Dahulukan Salam atau Mengetuk Pintu Ketika Hendak Masuk Rumah Orang Lain?

0
2002

BincangSyariah.Com – Ketika kita hendak masuk ke rumah orang lain, kita disunahkan untuk meminta izin dan mengucapkan salam kepada tuan rumah. Manakah yang lebih didahulukan antara meminta izin dan mengucapkan salam ketika hendak masuk ke rumah orang lain?

Ada tiga pendapat ulama terkait masalah ini, sebagaimana penjelasan berikut.

Pertama, disunahkan mendahulukan salam terlebih dahulu kemudian meminta izin untuk masuk. Misalnya dengan mengatakan, ‘Assalamu’alaikum, boleh saya masuk?.’ Pendapat ini adalah pendapat yang paling sahih dan diikuti oleh kebanyakan ulama.

Kedua, meminta izin terlebih dahulu kemudian mengucapkan salam.

Ketiga, jika orang yang hendak masuk bertemu langsung dengan tuan rumah, maka dia disunahkan untuk mengucapkan salam terlebih dahulu kemudian meminta izin. Sebaliknya, jika tidak bertemu langsung, maka dia disunahkan untuk meminta izin terlebih dahulu kemudian mengucapkan salam. Pendapat ini diikuti oleh Imam al-Mawardi dari kalangan ulama Syafiiyah.

Dalam kitab Raudhatut Thalibin, Imam Nawawi mengatakan sebagai berikut;

ﻭﺇﺫا  ﻗﺼﺪ ﺑﺎﺏ ﺇﻧﺴﺎﻥ ﻭﻫﻮ ﻣﻐﻠﻖ، ﻓﺎﻟﺴﻨﺔ ﺃﻥ ﻳﺴﻠﻢ، ﺛﻢ ﻳﺴﺘﺄﺫﻥ ﻓﻴﻘﻮﻝ: اﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻜﻢ،  ﺃﺃﺩﺧﻞ؟ ﻓﺈﻥ ﻟﻢ ﻳﺠﺒﻪ ﺃﺣﺪ، ﺃﻋﺎﺩ ﺫﻟﻚ ﺛﺎﻧﻴﺎ ﻭﺛﺎﻟﺜﺎ، ﻓﺈﻥ ﻟﻢ ﻳﺠﺒﻪ ﺃﺣﺪ، اﻧﺼﺮﻑ.  ﻭﺫﻛﺮ ﺻﺎﺣﺐ «اﻟﺤﺎﻭﻱ» ﺧﻼﻓﺎ ﻓﻲ ﺗﻘﺪﻳﻢ اﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻰ اﻻﺳﺘﺌﺬاﻥ ﻭﻋﻜﺴﻪ، ﻭاﺧﺘﺎﺭ ﻣﺬﻫﺒﺎ  ﺛﺎﻟﺜﺎ، ﻓﻘﺎﻝ: ﺇﻥ ﻭﻗﻌﺖ ﻋﻴﻦ اﻟﻤﺴﺘﺄﺫﻥ ﻋﻠﻰ ﺻﺎﺣﺐ اﻟﺒﻴﺖ ﻗﺒﻞ ﺩﺧﻮﻟﻪ، ﻗﺪﻡ اﻟﺴﻼﻡ،  ﻭﺇﻥ ﻟﻢ ﺗﻘﻊ ﻋﻠﻴﻪ ﻋﻴﻨﻪ، ﻗﺪﻡ اﻻﺳﺘﺌﺬاﻥ، ﻭاﻟﺼﺤﻴﺢ اﻟﻤﺨﺘﺎﺭ ﺗﻘﺪﻳﻢ اﻟﺴﻼﻡ، ﻓﻘﺪ ﺻﺤﺖ  ﻓﻴﻪ ﺃﺣﺎﺩﻳﺚ ﺻﺮﻳﺤﺔ

“Jika seseorang menuju pintu orang lain yang ditutup, maka sunahnya ia mengucapkan salam kemudian meminta izin. Hendaknya ia mengatakan, ‘Assalamu’alaikum, boleh saya masuk?.’ Jika tidak ada seorang pun yang menjawab, maka hendaknya ia mengulangi hingga dua dan tiga kali. Jika tetap tidak ada yang jawab, maka ia pulang. Penulis kitab Al-Hawi (Imam al-Mawardi) menyebutkan perbedaan ulama terkait mendahulukan salam dibanding meminta izin atau sebaliknya, dan dia memilih pendapat ketiga. Dia berkata, ‘Jika orang yang meminta izin melihat tuan rumah sebelum masuk, maka ia mendahulukan salam. Namun jika tidak melihatnya, maka ia mendahulukan salam. Adapun pendapat yang sahih dan dipilih ulama adalah mendahulukan salam. Telah banyak hadis sahih yang jelas menerangkan hal tersebut.”

Baca Juga :  Kriteria Makanan Disebut "Halalan Thayyiba"

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here