Jika Daging Sudah Busuk, Hukumnya Najis Atau Suci?

0
645

BincangSyariah.Com – Dalam sebuah kesempatan, pernah ada seseorang yang bertanya kepada penulis mengenai daging yang sudah busuk. Daging tersebut lama disimpan di sebuah tempat penyimpanan bersama bahan makanan lain, dan kemudian daging tersebut busuk. Apakah daging sudah busuk tersebut dihukumi najis sehingga tempat penyimpanan dan bahan makanan yang perlu untuk disucikan?

Menurut kebanyakan para ulama, daging yang sudah busuk tetap dihukumi suci, baik daging ayam, daging kambing, daging sapi dan daging hewan lainnya. Meskipun warna dan bau daging tersebut sudah berubah, tetap daging tersebut dihukumi suci, tidak najis. (Baca: Hukum Makan Ikan Mentah dalam Islam)

Oleh karena itu, jika terdapat daging yang sudah busuk bercampur dengan bahan makanan lain dan disimpan dalam satu tempat penyimpanan yang sama, maka tempat penyimpanan dan bahan makanan yang lain tidak harus disucikan. Hal ini karena daging yang sudah busuk tersebut dihukumi suci sehingga tidak menyebabkan najis pada bahan makanan yang lain maupun tempat penyimpanannya.

Namun demikian, terdapat sebagian ulama yang berpendapat bahwa daging yang sudah busuk hukumnya adalah najis. Pendapat ini sangat lemah sehingga ditolak oleh kebanyakan para ulama. Ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu berikut;

وَكَذَا اللَّحْمُ إذَا خَنِزَ وَأَنْتَنَ فَطَاهِرٌ عَلَى الْمَذْهَبِ وَفِيهِ وَجْهٌ أَنَّهُ نَجِسٌ حَكَاهُ الشَّاشِيُّ وَصَاحِبُ الْبَيَانِ فِي بَابِ الْأَطْعِمَةِ وَهُوَ شَاذٌّ ضَعِيفٌ جِدًّا

Begitu juga daging yang sudah rusak dan busuk dihukumi suci menurut pendapat ulama madzhab. Namun ada satu pendapat bahwa hal itu dihukumi najis, sebagaimana dihikayatkan oleh Imam Al-Syasyi dan pengarang kitab Al-Bayan dalam bab yang menjelaskan tentang makanan. Pendapat ini sangat lemah sekali.

Baca Juga :  Negara Islam Hanya Sarana Bukan Tujuan

Oleh karena daging yang sudah busuk hukumnya adalah suci, maka para ulama tetap membolehkan mengonsumsinya. Mereka mengatakan bahwa boleh makan daging yang sudah busuk namun makruh jika tidak membahayakan. Jika membahayakan, maka hukumnya haram.

Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Syaikh Abu Bakar Syatha dalam kitab I’anatut Thalibin berikut;

يكره أكل ما أنتن، أي تغير من السمك، ومحل الكراهة إن لم يضر، وإلا حرم. (قوله: كاللحم) أي كما يكره أكل المنتن من لحم غير السمك

Makruh makan ikan yang sudah busuk, artinya yang sudah berubah menjadi busuk. Hukum makruh ini jika tidak membahayakan, namun jika membahayakan maka hukumnya haram. Hal ini sebagaimana makruh makan daging selain ikan yang sudah busuk.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here