Daging Rekayasa Lab Diproduksi Massal, Bagaimana Hukum Mengkonsumsinya dalam Islam?

0
12

BincangSyariah.Com – Hanni Rutzler, kritikus makanan dari Future Food Studio berkesempatan mencicipi burger bebahan daging rekayasa laboratorium pertama di dunia, di sebuah konferensi pers launching-nya di London, Inggris.

Acara yang dilaksanakan pada 5 Agustus 2013 tersebut, turut menghadirkan penemunya, Prof. Mark Post dari Universitas Masstricht, Belanda, seperti dilaporkan oleh BBC Science & Enviroment, mengutip dari Tirto.id.

Proyek penelitian daging rekayasa lab dengan cara mengambil bahan dari sel  induk seekor sapi, telah dilakukan oleh Post dan tim penelitinya sejak mei 2013. Ada pendonor anonim yang membiayai riset senilai 4,7 miliar rupiah tersebut,yang belakang diketahui adalah Sergey Brin, salah seorang pendiri Google.

Setelah uji publik konsumsi daging rekayasa laboratorium tersebut, daging tersebut mulai dikembangkan secara komersial oleh sejumlah entitas bisnis. Tahun 2017, di San Fransisco, ada perusahaan Memphis Meats, perusahaan yang didukung oleh Bill Gates, mulai memproduksi daging rekayasa laboratorium, secara masal.

“Produksi daging secara esensial tidak pernah berubah sejak kita mulai mendomestifikasi hewan sejak 12.000 tahun yang lalu. Kami pikir ini sudah terlalu terlambat untuk tidak melakukan inovasi”, terang Uma Valeti, seorang kardiolog dan Co-Founder Perusahaan Memphis Meats.

Sementara, dengan semangat masuk ke pasar Asia, perusahaan produksi makanan asal Amerika Serikat, Eat Just, menyatakan telah lolos pemeriksaan keamanan Agensi Makanan Singapura untuk memasarkan daging ayam hasil rekayasa laboratorium.

Meskipun menyebutkan belum menyatakan kapan daging tersebut mulai dipasarkan, namun Eat Just menyebut daging yang akan dijual akan dalam bentuk nuggets seharga 50 dollar per potong.

Meski harganya masih sangat mahal dan hanya menjangkau pasar premium, namun merujuk kepada laporan Barclays, peluang pasar daging rekayasa lab ini akan mencapai 140 miliar dolar pada dekade mendatang, atau setara dengan 10 % dari pasar daging dunia yang senilai 1,04 triliun dolar.

Baca: Halalkah Makan Daging Mentah?

Halalkah Daging Rekayasa Laboratorium ?

Meski harga di pasarnya masih dikatakan mahal sehingga hanya menjangkau pasar premium konsumen daging, namun keberadaan daging hasil rekayasa lab ini juga telah mengundang pertanyaan dan respon dari sejumlah tokoh keagamaan termasuk dalam hal ini adalah Islam, untuk mempertanyakan hukum mengkonsumsi daging rekayasa laboratorium ini.

Dr. Abdul Qahir Qamar, Direktur Fatwa dan Syariah di Akademi Internasional untuk Fikih Islam (Majma’ al-Fiqh al-Islami ad-Dauli) menjelaskan seperti dikutip dari gulfnews.com di tahun 2013, untuk menghukum daging rekayasa laboratorium, kita harus melihatnya bukan bersumber langsung dari hewan yang hidup, tapi sifatnya yang hanya dikembangkan dari sel daging.

Sehingga yang perlu dihukumi adalah apakah sumber sel daging tersebut berasal dari hewan yang halal (baik secara zat maupun cara penyembelihannya) atau tidak. Maka, jika sel dagingnya berasal dari daging yang diharamkan Islam seperti babi, anjing, atau hewan yang bertaring, maka daging rekayasa laboratorium itu dihukumi haram.

Sementara situs islamqa.info, situs tanya jawab keislaman yang didirikan Shaikh Shalih al-Munajjid dari Arab Saudi, menyatakan belum bisa memberikan jawaban yang jelas terhadap hukum hasil rekayasa laboratorium dengan sistem stem cells tersebut, sampai diketahui unsur-unsur apa yang digunakan dalam pembuatan, sumber selnya sendiri, dan dampaknya terhadap tubuh manusia.

100%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here