Contoh Infak yang Bisa Menjadi Haram

0
25

BincangSyariah.Com – Adakah contoh infak yang bisa menjadi haram?

Dalam Islam, pada dasarnya berinfak atau menyumbangkan dan memberikan sebagian harta untuk orang lain adalah sangat dianjurkan dan disunnahkan. Terdapat banyak ayat-ayat Al-Quran dan hadis-hadis Nabi Saw yang menyebutkan mengenai anjuran dan keutamaan berinfak ini.

Namun demikian, meski berinfak asalnya disunnahkan, namun terdapat beberapa bentuk infak yang hukumnya adalah haram. Setidaknya, ada tiga bentuk infak yang hukumnya haram atau dilarang dalam Islam. Berikut adalah contoh infak yang bisa menjadi haram:

Pertama, berinfak pada orang yang sudah diketahui bahwa dia akan menggunakannya untuk perbuatan maksiat. Misalnya berinfak pada sebuah lembaga yang sudah diketahui bahwa pengolalanya kuropsi, berinfak pada orang fasik, dan lainnya. Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Asnal Mathalib berikut;

يحرم دفع صدقة التطوع إلى العاصي بسفره أو إقامته إذا كان فيه إعانة له على ذلك، وكذا يحرم دفعها إلى الفاسق الذي يستعين بها على المعصية وإن كان عاجزاً عن الكسب.

Haram memberikan sedekah sunnah untuk orang yang bermaksiat sewaktu dalam perjalanan atau pada saat mukim, jika diketahui bahwa hal itu akan membantunya melakukan kemaksiatan. Begitu juga haram memberikan sedekah sunnah pada orang fasik yang dengan sedekah itu dia akan melakukan maksiat, meskipun dia tidak mampu bersedekah.

Kedua, berinfak untuk tujuan menghalangi tersebarnya agama Islam. Ini sebagaimana firman Allah Al-Anfal ayat 36 berikut;

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ لِيَصُدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ۚ فَسَيُنْفِقُونَهَا ثُمَّ تَكُونُ عَلَيْهِمْ حَسْرَةً ثُمَّ يُغْلَبُونَ وَالَّذِينَ كَفَرُوا إِلَىٰ جَهَنَّمَ يُحْشَرُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk mengahalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke neraka jahannam orang-orang yang kafir itu dikumpulkan.

Ketiga, berinfak kepada fakir miskin namun bukan karena Allah, melainkan karena tujuan untuk pamer atau menarik simpati dan lainnya. Ini sebagaimana firman Allah dalam surah Al-Nisa’ ayat 38 berikut;

وَالَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ رِئَاءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَا بِالْيَوْمِ الْآخِر وَمَنْ يَكُنِ الشَّيْطَانُ لَهُ قَرِينًا فَسَاءَ قَرِينًا

Dan (juga) orang-orang yang menafkahkan harta-harta mereka karena riya’ kepada manusia, dan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan kepada hari kemudian. Barangsiapa yang mengambil setan itu menjadi temannya, maka setan itu adalah teman yang seburuk-buruknya.

Demikian contoh tentang infak yang bisa menjadi haram. Semoga bermanfaat.

(Baca: Infak dengan Harta Terbaik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here