Contoh Hukum Nikah yang Menjadi Makruh

0
17

BincangSyariah.Com – Dalam Islam, ada hukum nikah yang menjadi makruh. Pada dasarnya, hukum asal menikah dalam Islam adalah sunnah muakkad atau sangat dianjurkan sekali.

Namun demikian, hukum asal menikah tidak berlaku pada setiap orang. Sebagian orang memang disunnahkan menikah, sebagian wajib, sebagian boleh, sebagian makruh, bahkan sebagian lagi haram hukumnya menikah.

Adapun mengenai orang yang makruh menikah atau hukum nikah yang menjadi makruh, maka para ulama berbeda pendapat dalam masalah ini. Menurut ulama Syafiiyah, seseorang dinilai makruh menikah jika dirinya tidak punya penghasilan sama sekali dan dirinya bisa menahan diri dari perbuatan zina.

Seorang suami bertanggung jawab untuk menafkahi istri, sehingga apabila tidak memiliki penghasilan untuk menafkahi istri dan dia masih bisa menahan dari perbuatan zina, maka makruh baginya menikah.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

وَقَال الشَّافِعِيَّةُ: مَنْ لَمْ يَحْتَجْ لِلنِّكَاحِ بِأَنْ لَمْ تَتُقْ نَفْسُهُ لَهُ مِنْ أَصْل الْخِلْقَةِ، أَوْ لِعَارِضٍ كَمَرَضٍ أَوْ عَجْزٍكُرِهَ لَهُ إِنْ فَقَدَ الأْهْبَةَ

“Ulama Syafiiyah berkata; Orang yang tidak butuh menikah karena dirinya belum berhasrat sama sekali, atau belum berhasrat kerena sakit atau lemah, maka makruh baginya menikah jika dia tidak memiliki biaya nafkah.”

Menurut ulama Malikiyah, seseorang dinilai makruh menikah dan hukum nikah yang menjadi makruh jika hal itu menyebabkan dirinya meninggalkan perbuatan-perbuatan sunnah sementara dirinya masih bisa menahan diri dari perbuatan zina.

Jika dengan menikah menyebabkan seseorang lalai melakukan perkara-perkara sunnah, padahal dirinya masih mampu menahan diri dari perbuatan zina, maka makruh baginya menikah. Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah sebagai berikut;

وَقَال الْمَالِكِيَّةُ يُكْرَهُ النِّكَاحُ لِمَنْ لاَ يَشْتَهِيهِ وَيَقْطَعُهُ عَنْ عِبَادَةٍ غَيْرِ وَاجِبَةٍ

“Ulama Malikiyah berkata; Makruh menikah bagi orang yang belum berhasrat menikah dan akan menyebabkan dirinya lalai melakukan ibadah yang tidak wajib.”

Sementara menurut ulama Hanabilah, seseorang dinilai makruh menikah jika dirinya tidak memiliki syahwat atau hasrat untuk menikah. Jika seseorang tidak memiliki hasrat sama sekali untuk menikah, meskipun punya penghasilah yang bisa mencukupi nafkah istri, maka makruh baginya menikah.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah sebagai berikut:

وَقَال الْحَنَابِلَةُ فِي رَأْيٍ عِنْدَهُمْ حُكِيَ بِقِيل يُكْرَهُ النِّكَاحُ لِمَنْ لاَ شَهْوَةَ لَهُ

“Ulama Hanabilah berkata dalam salah satu pendapat mereka bahwa makruh menikah bagi orang yang tidak memiliki syahwat.”

Demikian tulisan tentang hukum nikah yang menjadi makruh. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bissawab.

Baca: Bagaimana Hukum Nikah Lotre dalam Islam?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here