Bagaimanakah Ciri Orang Paling Pemurah?

0
1231

BincangSyariah.Com – Pemurah adalah sosok insan yang suka memberi pertolongan kepada orang yang membutuhkan. Tentu sosok insan seperti itu adalah sosok yang banyak memberikan manfaat untuk orang lain. Sungguh mulia ia yang mencurahkan perhatian untuk kebaikan dan kepentingan orang lain. Kebiasaan orang pemurah itulah yang menyebabkan dirinya senantiasa terisi oleh kehidupan ynag penuh makna dan berhiaskan akhlak terpuji.

Namun mengertikah bagaimana citra yang sebenarnya dari sosok orang yang paling pemurah? Dalam kitab Tahzib Siyar A’lam An Nubala karya Imam Az Zahabi menyebutkan:

إن أكرم الناس من أعطى من لا يرجوه

Orang yang paling pemurah adalah orang yang memberi tanpa mengharap apapun dari orang lain

Pemaparan ini mengingatkan bahwa tiada yang lebih pemurah dari seseorang yang memberi tanpa mengharapan apapun darinya, atau dengan kata lain inilah citra orang yang paling pemurah di dunia. Disadari atau tidak, mungkin kita sering merasa kecewa ketika tidak dibantu atau tidak diperhatikan oleh orang yang biasa kita bantu atau kita perhatikan. Fenomena seperti itu terkesannya memang logis saja kecewa, namun secara tidak langsung menceritakan bahwa diri kita sebenarnya melakukan bantuan atau perhatian tersebut dengan pamrih atau memang mengharapkan imbalan.

Berbeda dengan sosok yang memang memiliki citra orang yang paling pemurah. Ia mudah memberi, menolong, atau berbuat baik kepada sesama manusia dengan ikhlas. Artinya ia tidak mengapa jika tidak mendapatkan imbalan atau tidak diperlakukan dengan hal yang sama ia lakukan. Sebab orang yang paling pemurah hanya mengharap ridha Allah. Citra seseorang yang demikian diceritakan dalam QS Al Insan ayat 8 dan 9.  Allah berfirman dalam ayat tersebut:

وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَىٰ حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًاإِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنْكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا

Baca Juga :  Tiga Tips Agar Memiliki Anak yang Saleh

Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.

Terjawab sudah bagaimana citra orang yang paling murah sesungguhnya. Bukan ia membantu lantas mengharapkan apa-apa darinya, melainkan ia yang membantu tanpa mengandai-andai atau berharap hal yang baik darinya. Semoga citra sosok tersebut bisa tertanam dalam jiwa kita. Harapannya adalah ridha Allah, bukan balasan yang baik atau apa-apa dari orang lain.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here