Cintailah Semua Manusia, Tapi Jangan Sedih Kalau Kecewa

2
1090

BincangSyariah.Com – Diperbincangkan tiada habisnya, apalagi sampai merasakan, rasanya tidak pernah mudah untuk dideskripsikan. Kalau pun dideskripsikan, ada banyak sekali “tafsiran” yang berbeda-beda. Begitulah cinta. Dari perbincangan, persinggungan tentang cinta, ada banyak sekali karya cipta yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari kebudayaan manusia yang dihasilkan dari persinggungannya dengan cinta. Banyak yang mengarah kepada meluhurkan manusia, tapi banyak juga yang mengantarkan manusia ke jurang yang merendahkan kedudukannya sebagai manusia.

Sebagai bagian dari hiruk pikuk perbincangan di dunia tentang cinta, manusia bahkan ditakdirkan untuk menciptakan lirik-lirik yang menggambarkan persoalan ini. Banyak sekali. Saya sekadar mengambil contoh saja (untuk mengambil pesan dan hikmah). Misalnya lirik lagu yang ditulis grup musik Queen berjudul Under Pressure. Salah satu bagian liriknya bercerita tentang pentingnya cinta agar kita lebih perhatian terhadap kondisi orang lain,

‘Cause love’s such an old fashioned word
And love dares you to care for
The people on the edge of the night
And love (people on streets) dares you to change our way of
Caring about ourselves

karena cinta terlihat seperti ungkapan yang kuno

Namun cinta membuatmu tergerak untuk perhatian

Kepada orang-orang di ujung malam

Dan mencintai (orang-orang yang lalu lalang di jalan) membuat berani merubah cara kita

Memperhatikan diri

Dalam relasi hubungan sesama manusia, kadang mencintai sampai pada tingkat keinginan “memiliki” tak jarang berakhir kepada kekecewaan. Wajar saja, karena manusia memang makhluk yang tidak sempurna dan penuh kekurangan. Saya ambil contoh lirik pada lagu Mr. Big yang berjudul Just Take My Heart,

Just take my heart when you go
I don’t have the need for it anymore
I’ll always love you, but you’re too hard to hold
Just take my heart when you go

Baca Juga :  Tafsir al-Maraghi: Panduan Umat Memahami Al-Qur'an dengan Ringkas

Ambillah hatiku ketika kamu pergi

Saya sudah tidak membutuhkannya lagi.

Saya ingin terus mencintaimu, tapi terlalu sulit untuk dipertahankan

Ambillah hatiku ketika kamu pergi.  

Terkait dengan mencintai manusia yang acapkali tidak selalu seperti yang diharapkan, saya ingin tutup dengan nasihat dari Al-Habib ‘Ali al-Jufri, via akun twitter-nya, yang menyampaikan mencintai sesama manusia ini, tapi harus tetap tulus lillahi ta’ala. Berikut pernyataannya,

أحِبّ الناسَ، وأحبّ للناسِ الخيرَ، ولا بأس في أن تُحبَّ محبةَ الناس لك في الله، لكن لاتطلب المكانة لدى الخلق، فذلكم الحجاب، والفرق بين الأمرين كبيرٌ وإن كان دقيقًا.

Cintailah manusia. Mencintai manusia itu baik. Dan tidak apa-apa anda senang dengan cinta dari manusia dengan niat karena Allah. Tapi jangan kamu berharap murni hanya kepada makhluk. Itulah momen terhijab dirimu (dengan Tuhan). Perbedaannya sangat tipis tapi begitu besar.

Ini selaras dengan ungkapan dalam hadis Nabi Saw. yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dari Aisyah Ra. (sebagian menyebut hanya sah merupakan pernyataan Aisyah Ra., ada juga yang berpendapat benar merupakan sabda Rasulullah Saw.),

مَنْ الْتَمَسَ رِضَا اللَّهِ بِسَخَطِ النَّاسِ كَفَاهُ اللَّهُ مُؤْنَةَ النَّاسِ، وَمَنْ الْتَمَسَ رِضَا النَّاسِ بِسَخَطِ اللَّهِ وَكَلَهُ اللَّهُ إِلَى النَّاسِ

siapa yang mencari keridaan Allah dengan (beresiko) mengecewakan manusia, Allah akan cukupkan langsung kadar kepuasan dari manusia itu. Dan siapa yang mencari keridaan manusia (tapi) dengan (beresiko) “mengecewakan” Allah, Allah akan titipkan “kekecewaannya” itu (suatu saat) pada manusia.

Wallahu A’lam.

2 KOMENTAR

  1. […] BincangSyariah.Com – Kita seringkali mendengar ungkapan aku mencintaimu karena Allah. Cinta di sini bisa berupa ketertarikan pada lawan jenis atau ekspresi pertemanan yang begitu dekat. Oleh karena itu, ungkapan ini terkadang diungkapkan oleh seorang lelaki pada perempuan, perempuan pada perempuan, atau lelaki pada lelaki. Saat ada yang bilang aku mencintaimu karena Allah, lantas bagaimana kita menjawabnya? Rasulullah mengajarkan doa pada orang yang menyatakan cinta tersebut sebagai berikut: (Baca: Cintailah Semua Manusia, Tapi Jangan Sedih Kalau Kecewa) […]

  2. […] Terdapat kisah menarik dalam kitab Fihi Ma Fihi. Rumi berkisah tentang Majnun yang ditawari wanita-wanita yang lebih cantik—menurut aspek perawakan yang menjadi standar umum di daerahnya—dari pada Layla. Namun, Majnun menolak seluruh wanita itu. Majnun hanya menginginkan Laila seorang. (Baca: Cintailah Semua Manusia, Tapi Jangan Sedih Kalau Kecewa) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here