Cinta yang Membuat Cantik, Bukan Cantik yang Membuat Cinta

0
743

BincangSyariah.Com – Cantik adalah suatu sifat yang selalu identik untuk disematkan kepada orang yang memiliki kulit putih, bodi tinggi, rambut hitam, lurus dan terurai panjang, bibir tipis, dan seterusnya. Ini standar umum yang berlaku di benua Asia. Standar semacam ini, tentu tidak relevan ketika berada di benua Afrika (semisal) yang cenderung wanita-wanitanya berkulit hitam, berambut ikal. Pun di benua Afrika, tentu ada standar umum yang menjadi barometer untuk menilai cantik atau tidaknya seseorang.

Standar umum itu, tentu berbeda-beda tergantung siapa yang menilainya, di lingkungan mana ia berada. Karenanya, cantik itu relatif. Namun, dari pada itu semua, tahukah Anda bahwa standar untuk dapat menilai cantik atau tidaknya seseorang adalah rasa cinta?

Jalaluddin Rumi—salah seorang penyair muslim dari Persia abad ke-13, w. 1273—dalam kitabnya, Fihi Ma Fihi, tepat pada fasal keenam belas, berkata: (Baca: Syamsu Tabriz: Nama Naskah Tasawuf Jalaluddin Rumi Berbahasa Jawa)

كُلُّ مَحْبُوْبٍ جَمِيْلٌ, لَكِنَّ هَذَا اْلبَيَانَ لَا يَنْعَكِسُ, اِذْ لَا يَلْزَمُ اَنْ يَكُوْنَ كُلُّ جَمِيْلٍ مَحْبُوْبًا. الجَمَالُ جُزْءُ المَحْبُوْبِيَّةِ, وَالَمَحْبُوبِيَّةُ هِيَ الأَصْلُ. عِنْدَمَا يَكُوْنُ شَيْءٌ مَحْبُوْبًا سَيَكُوْنُ جَمِيْلًا قَطْعًا. جُزْءُ الشَّيْءِ لَا يَنْفَصِلُ عَنْ كُلِّهِ, وَ يَكُوْنُ مُلَازِمًا لِلْكُلِّ.

 “Semua yang dicintai itu cantik, tapi tidak semua yang cantik itu dicintai. Kecantikan adalah bagian dari sifat sesuatu yang dicintai, dan sifat sesuatu yang dicintai itulah asalnya. Ketika sesuatu itu dicintai, maka pasti ia akan terlihat cantik di mata orang yang mencintainya. Bagian dari sesuatu tidak akan terpisah dari seluruhnya, ia menetap dalam keseluruhan itu”. (Kitab Fihi Ma Fihi: 118)

Terdapat kisah menarik dalam kitab Fihi Ma Fihi. Rumi berkisah tentang Majnun yang ditawari wanita-wanita yang lebih cantik—menurut aspek perawakan yang menjadi standar umum di daerahnya—dari pada Layla. Namun, Majnun menolak seluruh wanita itu. Majnun hanya menginginkan Laila seorang. (Baca: Cintailah Semua Manusia, Tapi Jangan Sedih Kalau Kecewa)

Baca Juga :  Ini Doa Agar Selalu Diberikan Rasa Cinta pada Kekasih Allah

Menyikapi tawaran ini, Majnun berkata: aku mencintai Laila bukan karena bentuk luarnya, dan Laila bukanlah semata bentuk luar. Bagiku, Laila ibarat gelas. Aku meminum anggur segar yang ada pada gelas itu. Aku mencintai isinya. Sungguh gelas yang terbuat dari kulit atau tanah liat, tetapi berisi minuman anggur segar, jauh lebih baik dari pada gelas yang dihias dengan emas permata, tetapi di dalamnya berisi racun yang mematikan.

Dari kisah ini, kecantikan wanita-wanita yang ditawarkan kepada Majnun tidak lantas memberikan dampak rasa cinta kepadanya. Sebaliknya, Laila, yang sudah menjadi wanita dambaan yang dicintainya, akan terlihat cantik di mata Majnun bagaimana pun perawakannya, karena rasa cintanya telah mengantarkan Laila tetap cantik di mata Majnun. sehingga kecantikan wanita-wanita selain Laila tidak ada artinya di mata Majnun.

Al-hasil, kecantikan (menurut standar umum) tidak meniscayakan adanya rasa cinta. Sedangkan cinta akan meniscayakan adanya sifat cantik terhadap wanita yang dicintainya. Cintailah wanita bukan karena cantiknya semata. Ada hal yang lebih dari itu, yaitu cantik batinnya. Inilah hakikat cinta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here