Cinta Tanah Air adalah Sunah Nabi Muhammad Saw

0
542

BincangSyariah.Com – Beberapa tahun belakangan beberapa kelompok seringkali mengampanyekan khilafah sebagai satu-satunya solusi bagi bangsa Indonesia. Tidak tanggung-tanggung langkah yang ditempuh adalah dengan mengganti perjanjian kesepakatan (Pancasila) antar suku bangsa dan agama yang ada di Indonesia secara sporadis. Beruntung, pemerintah akhirnya bertindak cepat dan HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) dapat dibubarkan, tepatnya pada kamis, 14 Feburari 2019 setelah Mahkamah Agung menolak kasasi yang diajukan mereka. Tanpa disadari, apa yang dilakukan HTI tidak sedikitpun mencerminkan apa yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad Saw sama sekali.

Dalam sejarah Islam, Nabi Muhammad dan para sahabatnya pernah melakukan migrasi (hijrah) ke Madinah, kota atau wilayah yang berbeda dengan Mekah. Madinah bukanlah tanah kelahiran Nabi Muhammad dan sahabat-sahabatnya, Madinah juga bukanlah bangsa homogen yang hanya memeluk satu agama. Terdapat suku Yahudi, Nasrani, dan Islam yang melebur menjadi satu kesatuan, ditambah lagi dengan Madinah yang merupakan wilayah paling sering terkena wabah. Meski demikian, Nabi tidak serta merta merusak tatanan yang ada dan menyalah-nyalahkan penduduk Madinah. Hal ini ditunjukkan oleh Nabi Muhammad Saw ketika beliau pertama kali datang ke Madinah. Diriwayatkan dari ‘Aisyah RA:

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَدِمْنَا الْمَدِينَةَ وَهْىَ وَبِيئَةٌ فَاشْتَكَى أَبُو بَكْرٍ وَاشْتَكَى بِلاَلٌ فَلَمَّا رَأَى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- شَكْوَى أَصْحَابِهِ قَالَ اللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا الْمَدِينَةَ كَمَا حَبَّبْتَ مَكَّةَ أَوْ أَشَدَّ وَصَحِّحْهَا وَبَارِكْ لَنَا فِى صَاعِهَا وَمُدِّهَا وَحَوِّلْ حُمَّاهَا إِلَى الْجُحْفَة.

Diriwayatkan dari ‘Aisyah, ia menceritakan: kami datang ke Madinah dalam kondisi terjangkit wabah, kemudian Abu Bakar dan Bilal menderita sakit, ketika Rasulullah Saw mengetahui kondisi para sahabatnya, beliau bersabda: “Ya Allah cintakanlah kami kepada Madinah sebagaimana engkau membuat kami mencintai Mekah, atau lebih cintakanlah kami kepada Madinah. Ya Allah, perbagusilah Madinah, berkahilah timbangan dan takaran kami (penduduk Madinah) dan pindahkanlah wabahnya ke Juhfah.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, Malik, Ahmad, al-Nasa’i, al-Baihaqi, dan Ibn Hibban)

Baca Juga :  Barang Sewaan Rusak, Apakah Wajib Diganti?

Doa Nabi Muhammad ketika beliau pertama kali ke Madinah adalah agar beliau diberikan rasa cinta kepada Madinah, tanah tempat beliau hijrah, agar Madinah diberkahi dan dijauhkan dari wabah penyakit. Bahkan dalam doa tersebut, beliau minta agar rasa cintanya terhadap Madinah lebih besar dari cintanya kepada Mekah.

Dalam ‘Umdah al-Qari syarah Shahih al-Bukhari disebutkan bahwa karena saking cintanya Nabi dengan Madinah, Nabi berharap agar beliau diwafatkan di Madinah, dan benar Nabi Saw akhirnya diwafatkan oleh Allah di Madinah diusia beliau yang ke 63 tahun. Keterangan lain menyebut bahwa Madinah adalah auba’ ardhillah (negara yang paling berwabah). Sedangkan al-Juhfah sebagamana disebutkan oleh al-Imam al-Nawawi adalah wilayah yang dijauhi orang-orang-orang, hal ini disebabkan karena air yang berada di Juhfah jika diminum oleh orang-orang, secara otomatis mereka akan terkena demam. Itu mengapa tepat ketika Rasulullah berharap wabah tersebut dilimpahkan saja ke Juhfah.

Dengan risalah baru yang dibawa oleh Rasulullah Saw, tidak serta merta secara sporadis ingin merubah konsepsi yang ada, pertama-tama yang dilakukan oleh beliau adalah menanamkan rasa cinta tanah air, dan kemudian mendoakan agar wilayah baru tersebut diberkahi oleh Allah SWT. Baru setelah itu Rasulullah Saw membuat beberapa kesepakatan bersama dengan orang-orang Madinah di antaranya adalah mendirikan masjid pertama, mempersatukan antara muhajirin dan anshar, dan membuat kesepakatan bersama yang tertuang dalam  Shahifah Madinah atau Piagam Madinah.

Semoga hal ini menjadi pembelajaran bagi kita semua, oleh sebab itu benarlah pepatah yang mengatakan “Di mana bumi dipijak disitulah langit dijunjung.” Di mana kita berada kita harus menghormati adat istiadat yang ada. Dan Nabi Saw sudah mencontohkannya dengan sangat baik.

Baca Juga :  Menagih Hutang Bisa Menyelamatkan Orang Lain, Ini Penjelasannya dalam Islam

Wallahu a’lam.

 



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here