Cara Pandang Seorang Muslim dalam Menghadapi Masalah

12
30279

BincangSyariah.Com – Setiap kita tentu punya masalah. Manusia terlahir sebagai bayi, balita, remaja hingga menjadi seorang dewasa dan tua renta, memiliki masalah dalam setiap fase kehidupan. Masalah selalu mengiringi langkah kita dalam menjalani kehidupan ini. Tentu dengan kadar masalah masing-masing. Tidak hanya bagi orang yang kurang mampu, orang yang kaya raya dan tampak selalu hidup dalam gelimang harta pun, pasti memiliki masalah. Inilah kehidupan.

Setiap kita punya sikap yang berbeda dalam menghadapi masalah. Ada orang yang mudah depresi, selalu mengeluh, dan ada pula yang sabar dan berusaha menghadapi masalah dengan tulus. Islam mengajarkan kepada kita cara pandang yang terbaik agar masalah yang dihadapi dapat diselesaikan dengan ikhlas dan tuntas. Bukan dengan cara dihindari, lari dari tanggung jawab.

Bagaimana sebenarnya cara pandang seorang Muslim dalam menghadapi masalah? Tulisan ini akan mencoba untuk menjawab pertanyaan ini.

Pertama, memandang masalah merupakan bentuk kasih sayang Allah swt yang berupa ujian dan peringatan. Al-Quran menegaskan hal ini dalam surat al-Anbiya ayat 35:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

Tiap-tiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.

Secara eksplisit ayat ini menandaskan masalah adalah cara menguji Allah swt kepada hambanya, apakah termasuk orang-orang yang sabar dan kesungguhan dalam menjalani hidup. Ketika kita mampu menjalani masalah dengan sabar dan bijak, maka secara tidak sadar sebenarnya itulah bentuk dari kasih sayang Allah swt. Ketika kita kembali kepada-Nya, kita telah mampu menjalani bentuk kasih sayang-Nya yang berupa masalah selama kita hidup di dunia.

Baca Juga :  Doa Setelah Selesai Mencukur Rambut

Kedua, menganggap masalah merupakan media/cara Allah swt untuk meningkatkan derajat dan status kita sebagai hamba. Al-Quran surat al-Insyiqaq ayat 6 menegaskan:

يَا أَيُّهَا الْإِنْسَانُ إِنَّكَ كَادِحٌ إِلَى رَبِّكَ كَدْحًا فَمُلَاقِيه

Hai manusia, sesungguhnya kamu sudah bekerja untuk Tuhanmu dengan sungguh-sungguh, maka kamu (kelak) akan menemuinya.

Setiap orang memiliki kadar kesungguhan yang berbeda-beda dalam menghadapi masalah dan menjalani kehidupannya. Perbedaan usaha dan kesungguhan ini biasanya berbanding lurus dengan hasil akhir yang dicapai. Secara adat dan kebiasaan, semakin besar kadar kesungguhan seseorang dengan segala situasi yang dihadapi tentu potensi yang diterimanya juga semakin besar. Allah swt memberikan amanah yang besar seperti rizki, jabatan, dan lainnya seiring dengan masalah yang ada di dalamnya. Begitu pun ketika kita menjalani hidup, tentu apa yang kita dapat dan apa yang hilang dari kita merupakan bagian dari cara Allah swt menguji kita untuk meningkatkan derajat.

Ketiga, mempercayai bahwa Allah swt memberikan masalah sesuai dengan kadar kemampuan kita. Allah swt Maha Adi yang tidak akan membebani hambanya di luar batasnya. Cara pandang seperti ini akan membuat kita selalu optimis dalam menjalani hidup dan menghadapi masalah. Ketika kita telah yakin, maka kita tinggal mencari jalan keluarnya. Al-Quran mengingatkan dalam surat al-Baqarah ayat 45:

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ

Dan mohonlah pertolongan Allah dengan sabar dan salat, dan sesungguhnya hal tiu sangat berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu’.

Ayat ini merupakan panduan bagi kita dalam menghadapi masalah, dua kata kunci yang dapat kita pegang adalah ikhtiar dan doa. Sikap sabar diimplementasikan edengan cara menyelesaikan masalah secara prosedural, tidak melanggar aturan, dan menapaki setiap tingkat permasalah sedikit demi sedikit. Aspek yang tidak kalah penting adalah konsistensi dalam berdoa dan beribadah. Dengan adanya masalah, semestinya kita semakin mendekatkan diri kepada Allah swt, memberbanyak ibadah dan beramal salih. Dengan demikian, sabar dan salat merupakan representasi dari rasionalitas dan spiritualitas.

Baca Juga :  Tiga Tips Menciptakan Rumahku Surgaku

Keempat, meyakini bahwa dimana ada kesulitan di situ pasti ada kemudahan, sebagaimana firman Allah swt dalam Q.S al-Insyirah: 6,

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا () إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.

Ayat ini penting bagi kita untuk kita renungkan, bahwa ketika kita menghadapi satu kesulitan sebenarnya secara tidak sadar ada kemudahan yang kita dapatkan pada aspek lain. Terkadang kita tidak menyadarinya karena terlalu fokus pada masalah, sehingga menafikan bahwa pada saat yang sama ada kemudahan yang kita rasakan.

Cara pandang ini menjadikan kita terhidar dari sikap putus asa. Adanya kesulitan sepatutnya semakin memacu kita untuk menemukan kemudahan yang ada bersamanya untuk kita syukuri. Jika kita fokus pada kemudahan-kemudahan yang ada, maka hal ini bisa memacu kita untuk semakin kuat dalam menghadapi masalah. Wallahu A’lam.

12 KOMENTAR

  1. Assalamualaikumww lnsung sja kpda mslah kmrntar yg sy bca bnyak hikmah nya buat dr sy sbab skrng sdg bnyk mas.alah apapun sdh sy lksnakn dngan sbar tp syng smpsi saat jln kluar dt mslah khidupan blum bsa tsrlrdsokn

  2. assalamu’alaikum
    sangt penting dibaca..saya jg baxk msalh yg rasax saya tidak bisa menerimax.setiap kli rizky saya mulai naik disitu juga msalah yg sangt berat dtang dan sayapun rapuh sampae tak semangt untuk mencri rizky.saya berusaha untuk bisa mencri jln keluar semua msalah ini..

  3. Assalamu’alaikum
    Penting banget di baca untuk menguat kan iman kita ketika kita di landa masalah.
    Saat ini saya sangat2 di uji ber bagai masalah materi keluarga atw pun kehidupan…
    Baru kali ini saya di kasih cobaan dan masalah yg sangat dahsyat hebat nya namun saya slalu berlapang dada dan sabar atas ujian ini mungkin di balik cobaan atw masalah skrng yg saya hadapi.
    Mungkin bakal ada hikmah nya di balik cobaan ini.
    Karna saya yakin alloh tidak akan diam ke pada hamba nya yg slalu bersabar atas segala cobaan, dan akan memberikan anugrah yg tiada tara.Amin..

  4. Alhamdulillah… Setelah. Saya membaca tulisan di atas dari bait ke bait rasanya hati sya seperti plong karna selama ini kami slalu sulit menemukan jln keluar untuk permasalahan kluarga kmi…
    Kami slalu di dera kebingungan yg dahsyat di kala ekonomi kami mengecil kebutuhan yg semakin membesar

  5. Salam silatullrahmi dan mohon jiyadah doa,nya dari kawan semuaya agar hidayah dan taufeknya alloh selalu memberi jln terbaik dengan ridhonya,. Amin……

  6. Saya merasa sangat sedih ketika jabatan saya di berhentikan Tampa alasan yg jelas sekarang saya pengangguran dg harus beban keluarga, dan ketimpa lagi musibah di rumah kemalingan…… Dengan aku mohon jiyadah do,anya dari para komentar agar senantiasa di kuatkan oleh Alloh dan cepat di beri jalan keluar…….amin

  7. Bergabung dengan bisnis high desert Indonesia mungkin salah satu solusi bagi yang ingin pengembangan diri secara finansial

  8. Bergabung dengan bisnis high desert Indonesia mungkin salah satu solusi bagi yang ingin pengembangan diri secara finansial

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here