Cara Paling Ampuh Mendekatkan Diri Kepada Allah

0
30

BincangSyariah.Com – Ada beragam cara yang ditempuh oleh manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Cara yang dilakukan bisa melalui jalan merenung atau ber-tafakkur atau berżikir.

Ada seseorang yang menjadi lebih dekat dengan Allah Swt. karena musibah yang menimpanya. Itu adalah salah satu cara Allah Swt. membuka cara atau jalan untuk manusia yang ingin dekat dengan-Nya.

Orang yang beriman tentu akan menempuh cara apa pun agar dekat dengan Allah Swt. Sebab, kedekatan seorang hamba dengan Tuhannya akan mengantarkan pada kesenangan dan kenikmatan yang tiada tara.

Sebagai misal, seorang anak yang dekat dengan orang tuanya atau seorang pegawai bawahan dengan atasannya yang memberikan peluang atas kemudahan yang akan telah dicapai. Salah satu jalan lain untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. adalah berzikir.

Żikir berarti mengingat Allah Swt. dengan menyebut dan memuji nama-Nya. Syarat fundamental yang diperlukan untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. lewat żikir adalah kemampuan dalam menguasai nafsu.

Selanjutnya, bisa dengan menyebut nama Allah Swt. atau al-Asmā’u al-Husnā berulang kali dalam hati. Berzikir akan menghadirkan rasa rendah hati atau tawadhu, disertai dengan rasa takut karena merasakan keagungan-Nya.

Żikir bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Selain itu, dalam berżikir juga tidak perlu menghitung berapa jumlah bilangan yang harus diżikirkan. Yang paling penting adalah bahwa żikir mesti benar-benar menghujam di dalam kalbu.

Selain melalui żikir, mendekatkan diri kepada Allah Swt. juga bisa dilakukan melalui perbuatan atau amaliah sehari-hari. Salah satunya adalah dengan selalu meniatkan bahwa yang dilakukan semata-mata hanya karena ketaatan dalam mematuhi aturan main- Nya.

Sebagai misal, berbuat baik kepada tetangga bukan karena tetangga baik kepada kita, tapi semata-mata karena Allah Swt. memerintahkan kita untuk berbuat baik ke siapa pun, di mana pun dan kapan pun.

Baca Juga :  Tata Cara dan Adab Menyembelih Hewan

Mestinya, bersedekah memang bukan didasarkan atas rasa kasihan, tapi semata-mata karena Allah Swt. Allah Swt. memerintahkan kita untuk mengeluarkan sedekah agar bisa membantu meringankan beban orang yang sedang mengalami kesulitan.

Manusia adalah makhluk yang sering lupa. Selain sering lupa, manusia juga sering berbuat kesalahan. Al-Insānu maĥallul khaţā wa an-nisyan. Itu adalah ungkapan dalam bahasa Arab yang berarti “manusia itu tempatnya salah dan lupa”.

Dalam sebuah hadisnya, Rasulullah saw. Bersabda: Kullu Bani Ādama khaţţāun wa khairul khaţţāina at-tāibūna yang berarti “setiap keturunan Adam as. pasti pernah melakukan kesalahan. Orang yang baik adalah orang yang kembali dari kesalahan atau dosa.

Hadis tersebut memaparkan bahwa manusia memiliki sifat dan karakter yaitu sering berbuat kesalahan dan lupa. Artinya, tidak ada seorang pun yang terbebas dari kesalahan dan lupa.

Meski begitu, tidak benar apabila dikatakan bahwa mengapa seseorang melakukan kesalahan dengan dalih bahwa hal tersebut adalah sifat manusia.

Sebagai seorang yang beriman, kita dituntut untuk selalu melakukan refleksi dan perenungan terhadap apa yang telah kita perbuat.

Tatkala seseorang terlanjur melakukan sebuah kesalahan, maka bersegeralah untuk kembali ke jalan yang benar dengan bertaubat dan tidak mengulanginya lagi.

Sama halnya dengan sifat lupa. Kadang sifat tersebut menjadi sebuah nikmat dan juga bencana. Lupa bisa menjadi nikmat manakala seseorang terlupa dengan kejadian sedih yang pernah menimpanya.

Seseorang akan menjadi sengsara apabila tidak mampu melupakan kisah sedih yang pernah dialami. Lupa juga berpotensi menjadi bencana. Sebagai misal, adanya sifat sering lupa justru mengakibatkan kecerobohan dan kerusakan.

Banyak diantara manusia yang karena memiliki sifat lupa melakukan satu jal yang mengakibatkan seorang manusia melakukan kesalahan yang bisa merugikan dirinya dan orang lain.

Baca Juga :  Lima keadaan Ini Makruh Berzikir

Demikian cara mendekatkan diri kepada Allah Swt. Semoga cara tersebut bisa membuat kita semakin dekat dengan Allah Swt. dan menghapuskan sifat-sifat buruk dalam diri kita, termasuk sifat lupa.[] (Baca: Doa Merupakan Sarana Mendekatkan Diri Kepada Allah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here