Cara Nabi Muhammad Mengajar yang Bisa Diterapkan dalam Pembelajaran Sains

0
96

BincangSyariah.Com – Pendidikan merupakan sesuatu hal yang sangat penting. Pendidikan dijadikan barometer suatu bangsa untuk dapat dikatakan sebagai bangsa yang memiliki kesejahteraan tinggi. Karena pendidikan memiliki peranan yang sangat penting dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM). Pendidikan yang berkualitas akan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas pula.

Dewasa ini, pendidikan Indonesia masih dihadapi oleh lemahnya proses pembelajaran seperti kurang evektifnya model pembelajaran yang diterapkan, teknik pembelajaran yang kurang tepat, kurang adanya pendekatan dalam pembelajaran, dan kurangnya kemandirian siswa dalam proses pembelajaran sehingga guru yang lebih aktif dari pada siswa. Hal yang lebih krusial yang perlu diperhatikan oleh seorang guru dalam proses pembelajaran adalah strategi dalam mengajar, sehingga mampu dapat menjadikan peserta didik lebih nyaman, lebih asyik, serta lebih menikmati proses belajar mengajar tersebut. Apalagi jika guru dihadapkan dengan pelajaran eksak maupun sains, seorang guru perlulah memutar otak agar pembelajaran di dalam kelas tidak terkesan monoton.

Dalam hal belajar mengajar terutama untuk pelajaran sains atau eksak, seorang guru dapat melirik bahkan jika perlu menerapkan strategi belajar mengajar Nabi Muhammad. Adapun strateginya dalam pembelajarannya adalah: (1) mengajar secara cerita atau yang dikenal dengan metode ceramah, (2) mengajar dengan menggunakan metode praktik, (3) mengajar dengan menggunakan metode menggambar.

Pertama, mengajar dengan bercerita atau metode ceramah. Nabi Muhammad sering kali mengajar dengan menggunakan cerita. Baik itu cerita tentang kaum atau seseorang. Serta membacakan al-Qur’an yang berisi kisah-kisah umat terdahulu, supaya dapat diambil hikmah dari kisah tersebut.

Metode cerita atau ceramah ini, dirasa evektif untuk ditangkap oleh pikiran peserta didik serta mudah untuk dipahami. Metode cerita atau ceramah memiliki daya tarik tersendiri, yang cocok diterapkan untuk semua tingkat umur. Namun, kadar bercerita dari tingkat kanak-kanak sampai dewasa tentu berbeda. Sehingga dengan metode cerita atau ceramah ini, guru dapat menyampaikan pesan-pesan yang baik kepada peserta didik yang berkaitan dengan materi yang sedang diajarkan.

Baca Juga :  Refleksi Jelang Haul ke-3 K.H. Ali Mustafa Yaqub: Pendidikan adalah Pembudayaan dan Pendayagunaan

Kedua, mengajar dengan menggunakan metode praktik. Nabi Muhammad sering kali menggunakan metode praktik dalam mengajar atau menjelaskan suatu hal kepada para sahabat. Beliau lebih dahulu mempraktikan suatu hal, misalnya ibadah shalat ataupun puasa. Sehingga para sahabat tidak kesulitan untuk menerima apa yang diajarkan Rasulullah. Bahkan tidak kesulitan dalam mempraktikkannya. Metode praktik yang diterapkan oleh Rasulullah tersebut tidak hanya sebatas peragaan saja, akan tetapi juga penguasaan terhadap materi. Sehingga para sahabat tidak hanya mahir secara praktik, tetapi juga mahir dalam hal materi.

Metode ini cocok untuk diterapkan dalam proses belajar mengajar. Baik materi yang berbau eksak atau sains maupun meteri lain seperti agama. Jika diterapkan pada ilmu sains atau eksak, peserta didik dituntut untuk memeragakan alat. Sedangkan dalam ilmu agama, peserta didik dihadapkan dengan praktik secara langsung, misalnya shalat, membaca al-Qur’an, dan seterusnya. Dengan mengajak peserta didik praktik langsung setelah mendapatkan materi, maka dirasa peserta didik lebih paham dan  ilmu yang diserap dan diperoleh peserta didik akan lebih matang.

Metode praktik ini akan menuntun siswa untuk lebih mengaplikasikan teori, membuktikan teori yang diberikan oleh guru, sehingga siswa langsung dihadapkan dengan permasalahan. Dan dengan melakukan praktik siswa mampu memecahkan masalah yang sedang dihadapi.

Ketiga, mengajar dengan menggunakan metode menggambar. Metode mengajar dengan menggambar yang dilengkapi dengan peralatan multimedia dirasa dapat membantu dalam penyampaian ilmu kepada peserta didik. Sebagaimana strategi mengajar menggunakan gambar oleh Rasulullah yang disampaikan oleh Sitiatava Rizema Putra dalam buku Metode Pengajaran Rasulullah SAW.  Dalam buku tersebut dijelaskan bahwa Nabi pernah menggambar bujur sangkar dan menarik garis lurus dari dalam persegi tersebut hingga keluar. Kemudian, membuat garis-garis kecil disekitar garis lurus itu.

Baca Juga :  Perempuan dan Pentingnya Pendidikan

Metode menggambar ini, sekarang sudah mulai banyak diterapkan di sekolah-sekolah. Apalagi dengan perlengkapan peralatan multimedia, akan lebih memudahkan guru dalam proses belajar mengajar. Dengan penyajian gambar-gambar yang mendukung materi yang sedang diajarkan, maka sangat dimungkinkan siswa akan lebih paham. Misalnya, gambar tentang gerhana matahari, maka pembalajaran harus diperjelas dengan gambar bagaimana bisa terjadinya gerhana tersebut. Di mana letak bumi, matahari, dan bulan.

Ketiga strategi di atas yang telah Nabi Muhammad praktikan, dirasa efektif dan cocok jika diterapkan untuk pembelajaran materi sains atau eksak. Pengkolaborasian ketiga strategi di atas, dapat membantu guru dalam menyampaiakan materi terkhusus tentang sains ataupun eksak.

Dengan mengamalkan startegi Nabi Muhammad yang terapkan dalam mengajar tersebut, maka akan merangsang peserta didik untuk lebih aktif, lebih kritis dalam bertanya, serta dapat membangaun imajinasi peserta didik dalam mengeyam materi yang diberikan oleh guru. Bahkan dengan strategi itu, peserta didik dapat lebih berinovasi, berwawasan luas, sehingga tidak akan terjadi satu pemberian umpan oleh guru saja, namun akan terjadi umpan balik yang diberikan oleh peserta didik. Wa Allah a’lamu bi ash-Showaab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here