Cara Mudah Mendapatkan Ilmu Laduni

0
622

BincangSyariah.Com – Menurut Imam Ibn Katsir, al-‘Alaq (96): 1-5 memperingatkan bahwa Allah menciptakan manusia dari segumpal darah dan memuliakannya dengan ilmu pengetahuan. Ia (ilmu) merupakan kemampuan yang membedakan Nabi Adam as. dan para malaikat ketika bermusyawarah mengenai khalifah dahulu kala (musyawarah ini diabadikan dalam al-Baqarah (2): 30-33). Adapun cara mendapatkan ilmu itu sendiri melalui tiga hal, yaitu: pikiran (akal), lisan (ucapan), dan tulisan (Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim, 2000: 2011). (Baca: Habib Syafiq: Mencari Ilmu Agama Wajib Talaki di Hadapan Guru)

Hal senada juga disebutkan oleh Imam Ibn ‘Asyur. Menurutnya, terdapat tiga cara memperoleh ilmu pengetahuan: pertama, membaca dan menelaah literatur-literatur. Oleh karena itu, cara yang harus ditempuh adalah menulis dan membaca buku-buku. Sebab, dengan tulisan masyarakat bisa membukukan pemikiran dan keilmuan para ulama dan kemudian menyalinnya untuk disebarluaskan ke berbagai daerah dan masa-masa mendatang.

Kedua, melalui lisan, yaitu mengimlakan (dikte) ilmu tersebut kepada orang lain. Ketiga, melalui akal-pikiran seperti ilmu (pengetahuan) yang muncul dari pikiran berupa penemuan-penemuan. Pengetahuan semacam ini termasuk ke dalam makna ayat “Dia Mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya” al-‘Alaq (96): 5 (Tafsir at-Tahrir wa at-Tanwir, 1984, XXX: 441). (Baca: Traveling Mencari Ilmu ala Imam Ahmad bin Hanbal)

Di sisi lain, Habib Quraish Shihab menjelaskan bahwa al-‘Alaq (96): 4-5 menunjukkan dua cara Allah mengajar manusia: pertama, melalui pena (tulisan) yang harus dibaca dan dipelajari oleh manusia; dan kedua, melalui pengajaran secara langsung tanpa melalui alat. Cara kedua ini biasanya dikenal dengan ilmu laduni.

Dalam hal ini, para nabi dahulu mendapatkan pengajaran langsung dari Allah tanpa alat dan usaha manusia, yaitu ketika mereka menerima wahyu yang memang berisi ajaran dan pengetahuan sekaligus (Tafsir al-Misbah, Volume 15, 2003: 402).

Baca Juga :  Rahasia di Balik Hati Manusia

Makanya dahulu orang-orang kafir Mekah menolak kenabian dan kerasulan Muhammad. Sebab, mereka menganggap Nabi Muhammad saw. hanyalah anak yatim piatu yang diasuh oleh Abu Thalib dan tidak pernah belajar keilmuan apapun, baik dari perpustakaan maupun dari seorang guru tertentu. Sehingga dia tidak mungkin menjadi seorang nabi dan rasul (Syekh Hamami Zadah, Tafsir Surah Yasin, hlm. 2).

Ilmu laduni sendiri adalah pengetahuan yang dituangkan langsung oleh Allah ke dalam hati para wali(kekasih)-Nya. Menurut Habib Zein bin Smith, ilmu laduni tidak terhimpun dalam buku-buku dan juga tidak bisa dipelajari. Adapun syarat untuk mendapatkan ilmu laduni adalah bertakwa kepada Allah.

Hal ini ditegaskan dalam al-Baqarah (2): 282, yaitu: “Dan bertakwalah kepada Allah, Allah Memberikan pengajaran kepadamu (al-Fawa’id al-Mukhtarah, 2008: 51-52). Adapun pengertian takwa adalah mengikuti perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya (Imam al-Gazali, Bidayah al-Hidayah, hlm. 8).

Dalam kesempatan lain, Imam Nawawi al-Jawi menyebutkan bahwa ilmu-ilmu transendental (supernatural) tidak bisa dipelajari dari seorang guru manapun, tetapi hanya bisa dipahami dan didapatkan dari Allah secara langsung.

Syaratnya adalah takwa kepada Allah, sebagaimana disebutkan dalam al-Baqarah (2): 282 dan al-Anfal (8): 29, yaitu: “Jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan Memberikan furqan (pemahaman dalam hati yang didapatkan langsung dari Allah tanpa perantara seorang guru).

Selain itu, ilmu laduni juga bisa diperoleh dengan cara mengamalkan ilmu yang dimiliki. Hal ini berdasarkan perkataan Imam Malik, yaitu: “barangsiapa mengamalkan ilmunya, maka Allah akan mewariskan (memberikan) ilmu lain kepadanya yang belum diketahui sebelumnya” (Maraqiyy al-‘Ubudiyyah, hlm. 5).

Dengan demikian, ilmu laduni tidak hanya diberikan kepada para nabi, tetapi juga diberikan kepada para wali, orang-orang yang senantiasa bertakwa kepada Allah, dan orang-orang yang mengamalkan ilmunya. Wa Allah A‘lam wa A‘la wa Ahkam…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here