Cara Meredakan Amarah Ketika Sedang Emosi

1
1435

BincangSyariah.Com – Marah merupakan perasaan normal yang biasa terjadi pada setiap orang. Di sisi lain rasa amarah ini bisa menjadi emosi positif yang bisa membantu kita dalam mengatasi masalah, baik di tempat kerja atau di rumah. Namun, ketika rasa marah dan level emosi tidak bisa dikontrol, justru itu bisa menjadi agresi, ledakan emosi, atau bahkan pertengkaran fisik. (Doa Meredamkan Amarah)

Al Mujalasah wa Jawahir Al Ilmi karya Abu Bakar Al Dainuri mengisahkan sosok Abdul Malik bin Marwan yang sedang emosi, namun seketika amarahnya reda begitu mendengar nasihat ini:

يا أمير المؤمنين إنك اعز ما تكون احوج ما تكون الى الله عز وجل فاعف له فإنك به تعان وإليه تعاد

Wahai Amirul Mu’minin semakin engkau merasa besar,  maka engkau semakin tak berdaya.  Maafkan saja,  ingatlah kau sangat memerlukan rahmat-Nya saat engkau kembali kepada-Nya

Begitu natural cara yang bisa meredakan amarah falam kisah di atas.  Caranya adalah hanya dengan mengingat diri sendiri yang masih fakir akan rahmat Allah.  Dengan memaafkan orang lain,  tentu rahmat Allah akan semakin dekat dengan dirinya.  Oleh karena itu Abdul Malik bin Marwan bisa sedemikian mudahnya meredamkan amarahnya ketika emosi hanya dengan tidak merasa besar, memaafkan dan sadar akan dirinya yang masih memerlukan rahmat Allah.

Yang demikian bukan berarti kita menunjukkan sikap yang pengecut.  Justru kita yang bisa memaafkan kala emosi membara adalah sang pemenang dalam kehidupan.  Mengapa demikian ?  Sebab orang yang paling kuat bukanlah ia yang pandai bergulat,  bukan pula yang berbadan tegap.  Melainkan ia yang bisa menguasai dirinya ketika marah,  bukan orang yang dikuasai emosi ketika marah.  Dalam riwayat Bukhari Muslim,  Rasulullah bersabda:

Baca Juga :  Saat Kita Sedang Marah, Rasulullah Larang Menentukan Permasalahan

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ

Dari Abu Hurairah r.a. bahwasannya Rasulullah saw. bersabda, “Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat, sungguh orang yang kuat adalah yang mampu menguasai dirinya ketika marah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dengan demikian dapat diketahui bersama bahwa dengan merasa besar,  benar,  dan membalas saat emosi membara adalah satu hal yang kadang dipilih oleh seseorang,  namun bukan hal istimewa.  Apakah dengan merasa besar dan membalas ketika dalam emosi akan membuat kita menjadi lebih baik?

Apakah dengan menunjukkan kemarahan yang besar kita akan disegani orang lain?  Jawabannya adalah tidak.  Cukup redakan amarah saat emosi dengan memaafkan dan menyadari akan fakurnya kita akan rahmat Allah, insy allah emosi akan berubah membaik dan menjadi stabil.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here