Cara Menyikapi Fenomena Orang yang Mengaku Memiliki Rambut Rasulullah

0
576

BincangSyariah.Com – Suatu ketika ada orang datang ke rumah membawa air satu botol, orang itu bercerita kalau air itu adalah air yang diberi celupan rambut Rasulullah Saw. saya pun penasaran saya minum air tersebut dan rasanya biasa, bahkan secara ruhani air tersebut tidak mengandung cahaya atau energi yang sangat hebat dari air biasa. Mungkin orang itu kena tipu orang lain tentang air biasa yang diklaim dengan celupan rambut Rasulullah Saw.

Lalu ada juga orang yang menawarkan kepada saya sebuah minyak wangi yang telah dicelupkan rambut Nabi Saw. Lalu saya saya tanya, ” Apakah kamu pernah ketemu Nabi Saw.  kok punya rambutnya Nabi Saw….?”

Dia pun menjawab, “Saya punya minyak wangi yang berasal dari Arab yang telah dicelupkan rambut Nabi Saw. lalu minyak tersebut saya isi lagi dengan minyak wangi yang banyak, untuk bisa dimasukkan ke botol-botol kecil.”

Sekarang muncul berita heboh kalau ada  seorang penyanyi diberi rambut Nabi Saw. dari ulama tarekat dari negara Turki, dengan bumbu cerita yang sangat bombastis.

Tabaruk atau memohon barakah dengan rambut Nabi Saw. itu memang dibenarkan dan banyak sekali dalilnya. Antara lain yaitu:

1- Dari Abdullah bin Muhib, beliau berkata: “Istriku menyuruhku untuk pergi ke Ummu Salamah dengan membawa gelas berisikan air –dengan pegangan tangan Israil seukuran tiga jari- dan terdapat di dalamnya sepotong rambut Nabi. Jika terdapat seseorang yang terkena mata (penyakit ‘ain .red) ataupun sesuatu (yang lain) maka akan dikirim kepadanya alat pemacar (pewarna rambut .red). Kemudian kulihat dengan berjinjit, ternyata di situ kudapati terdapat rambut merah” (Lihat: Kitab Shohih al-Bukhari jilid 7 halaman 207).

Baca Juga :  Seolah Memaksa Tuhan, Ini Teks Lengkap Puisi Munajat 212 Neno Warisman

2- Dari Anas bin Malik, beliau berkata: “Manakala Rasulullah telah melaksankan lemparan jumrah, dan menyembeleh korbannya, dan mencukur rambutnya, Si pencukur memulai dengan mencukur bagian rambut Rasul yang sebelah kanan, kemudian Rasul memanggil Abu Tholhah al-Ansori, dan Rasul beri rambut itu kepadanya, kemudian si pencukur memegang bagian yang kiri, Rasul berkata: “Cukurlah “maka si pencukur pun mencukur (Rambutnya Rasul yang bagian kiri), Rasulullah memberikan rambut itu kepada Tolhah, kemudian beliau berkata: “Bagi-bagikanlah kepada orang-orang. [ HR. Muslim ]

3- Sewaktu Umar bin Abdul Aziz hendak meningal dunia, ia membawa rambut dan kuku Nabi seraya berkata: “Jika aku mati maka letakkan rambut dan kuku ini pada kafanku” (Lihat: Kitab at-Thobaqoot jilid 5 halaman 406 tentang (tarjamah) Umar bin Abdul Aziz).

4- Baluran mayat (Hanuth) jenazah Anas bin Malik terdapat sejumput misik dan selembar rambut Rasulullah. (Lihat: Kitab at-Thobaqoot jilid 7 halaman 25 tentang (tarjamah) Anas bin Malik)

Diriwayatkan ketika Anas bin malik ra dalam detik detik sakratulmaut ia yang memang telah menyimpan sebuah botol berisi keringat Rasul saw dan beberapa helai rambut Rasul saw, maka ketika ia hampir wafat ia berwasiat agar botol itu disertakan bersamanya dalam kafan dan hanutnya ( Minyak untuk membaluri mayat ) [ HR. Bukhori ]

5- Salah seorang putera Fadhl bin ar-Rabi’ telah memberikan tiga lembar rambut kepada Abu Abdillah (yaitu; Ahmad bin Hanbal) sewaktu beliau di penjara. Lantas beliau berkata: “Ini adalah bagian rambut Nabi”. Lantas Abu Abdillah mewasiatkan agar sewaktu beliau meninggal hendaknya masing-masing rambut tadi diletakkan pada kedua belah matanya, sedang satu sisanya diletakkan pada lidahnya. (Lihat: Kitab Shifat as-Shofwah jilid 2 halaman 357).

Baca Juga :  Manfaat Membaca Salawat untuk Nabi

6- Dari Ibnu Syirin, beliau berkata: Aku berkata kepada Ubaidah: “Kami memiliki rambut Nabi. Kami mendapatkannya dari Anas ataupun dari keluarga Anas”. Lantas ia bekata: “Jika aku memiliki selembar rambut saja maka akan lebih kusukai daripada dunia beserta isinya” (Lihat: Kitab Shohih al-Bukhari jilid 1 halaman 51 kitab al-Wudhu, bab al-Maa’ al-Ladzi Yughsal Sya’rul Insan).

7- Al-Waqidi menjelaskan bahwa Ummul Mukminin Aisyah telah ditanya: “Darimana engkau mendapatkan rambut itu?”. Ia berkata: “Sesungguhnya sewaktu Rasul mencukur kepala beliau di haji maka orang-orang memisahkan rambutnya. Lantas kami mendapatkannya sebagaimana orang-orang pun mendapatkannya” (Lihat: Kitab al-Maghozi jilid 3 halaman 1109).

Dari hadis-hadis di atas mengambil barikah dari rambut Nabi Saw. dibolehkan bahkan para sahabat dan tabi’in juga mengambil barokah rambut Rasulullah Saw.

Yang menjadi permasalahan sekarang ini adalah benarkah orang-orang yang mengaku mempunyai rambut Nabi Saw. selama ini  benar dan valid kalau rambut tersebut memang rambut Rasulullah Saw…?!

Jika memang benar rambut tersebut berasal dari rambut Nabi Saw. maka harus dijaga dan dirawat dan  semoga kita  bisa menambah kecintaan dengan tabarruk rambut Rasulullah Saw.

Sayang sekali justru sebaliknya  selama ini banyak sekali orang menipu  dengan mengatasnamakan air celupan rambut Nabi Saw. dan minyak wangi yang telah dicelupi rambut Nabi Saw. padahal itu bohong. Karena ingin ingin mendapatkan hasil uang yang banyak maka mereka berbohong dengan menyandarkan rambut Rasul Saw. maka sama halnya berdusta atas nama Nabi Saw.

Itulah pembodohan umat yang sedang marak sekali pada zaman ini. Kepolosan umat dan rasa kecintaan umat Islam kepada Nabi Saw. dimanfaatkan oleh segelintir orang dengan klaim mengaku-aku memiliki rambut Nabi Saw.

Baca Juga :  Empat Tips Menghindari Maksiat

Untuk itu dalam beragama kita harus rasional jangan mudah dibodohi dan dimanfaatkan oleh segelintir orang yang mencari keuntungan dengan menyebarkan hoaks kepada umat. Maka jangan heran ke depan ini banyak produk baik minuman atau minyak wangi yang katanya telah dicelupkan rambut Nabi Saw. padahal aslinya adalah dusta belaka.

Bagi setiap muslim itu mencintai dan meneladani Nabi Saw. adalah wajib. Dengan mengikuti akhlak beliau yang mulia serta menjaga peninggalan beliau yaitu al-Quran dan Ahlul Bait/Hadits itu yang lebih utama.

Jika ingin bertemu dengan Nabi Saw. dalam mimpi, maka perbanyak membaca shalawat setiap hari, dan mengikuti sunnah-sunnahnya sambil menyambungkan hati dengan rasa cinta kepada Nabi Saw. maka kita akan wushul/sampai kepada Rasul sehingga kita bisa ketemu Nabi Saw dalam mimpi atau kondisi sadar. Itulah yang dinamakan Fana’ Firrasul.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here