Cara Mengucapkan Salam pada Tuna Rungu

0
908

BincangSyariah.Com – Ketika kita berjumpa dengan orang lain, maka kita dianjurkan untuk saling mengucapakan salam, baik terhadap orang yang kita kenal atau tidak. Mengucapkan salam ini termasuk amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam, bahkan termasuk tanda keimanan dan kecintaan kita kepada sesama Muslim.

Disebutkan dalam hadis riwayat Imam Muslim dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Nabi Saw. bersabda;

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لا تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا ، وَلا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا ، أَوَلا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ ؟ أَفْشُوا السَّلامَ بَيْنَكُمْ

Demi Zat yang jiwaku ada dalam kekuasaannya, kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Dan Kalian tidak akan beriman hingga kalian saling mencintai. Maukah kalian aku beritahukan sesuatu yang jika kalian melakukannya, maka kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.

Anjuran mengucapkan salam ini juga berlaku ketika kita bertemu dengan orang yang tuna rungu. Namun demikian, karena dia tidak mendengar suara dan ucapan salam dari kita, maka ada tata cara tertentu yang telah dijelaskan oleh para ulama mengenai cara mengucapkan salam pada orang yang tuna rungu.

Menurut Imam Al-Mutawalli, jika kita mengucapkan salam pada orang tuna rungu, selain kita harus mengucapkan salam secara lisan, kita juga diharuskan menggunakan bahasa isyarat melalui tangan. Kita harus mengucapkan salam karena kita mampu mengucapkannya, sementara kita juga harus menggunakan bahasa isyarat agar tuna rungu tersebut mengerti terhadap salam yang kita ucapkan.

Jika kita hanya mengucapkan salam saja tanpa menggunakan bahasa isyarat, maka salam kita tidak berhak dijawab oleh orang yang tuna rungu karena dia tidak mendengar. Begitu juga tidak berhak dijawab jika kita hanya menggunakan bahasa isyarat tanpa mengucapkan salam.

Baca Juga :  Hukum Menjawab Salam dari Anak Kecil

Ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Azkar berikut;

قال المتولي لو سلم على اصم لا يسمع فينبغي ان يتلفظ بلفظ السلام لقدرته عليه ويشير باليد حتى يحصل الافهام ويستحق الجواب فلو لم يجمع بينهما لا يستحق الجواب

Imam Al-Mutawalli berkata; Jika seseorang mengucapkan salam pada orang yang tuna rungu yang tidak mendengar, maka ia harus mengucapkan salam karena ia mampu mengucapkannya dan harus menggunakan bahasa isyarat dengan tangan hingg bisa dimengerti oleh orang yang tuna rungu. Dengan ini, salamnya berhak dijawab. Jika tidak melakukan keduanya, maka salamnya tidak berhak dijawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here