Cara Mengobati Orang yang Terkena Penyakit Ain

2
30143

BincangSyariah.Com – Dalam beberapa riwayat sudah dijelaskan bagaimana cara mengobati orang yang terkena penyakit ain. Setidaknya, ada dua cara mengobati orang yang terkena penyakit ain sebagaimana telah diajarkan oleh Nabi Saw.

Pertama, jika orang yang memandang dan menyebabkan timbulnya penyakit ain diketahui identitasnya, maka dia segera untuk melakukan wudu. Kemudian air bekas wudunya disiramkan pada orang yang terkena penyakit ain. Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Alazkar, bahwa Sayidah Aisyah berkata;

كَانَ يُؤْمَرُ اْلعَائِنُ اَنْ يَتَوَضَّأَ وَيَغْتَسِلَ مِنْهُ اْلمَعِيْنُ

“Orang yang menyebabkan penyakit ain disuruh wudu. Lalu yang terkena penyakit ain disuruh mandi dengan air bekas wudu tersebut.”

Kedua, jika tidak diketahui siapa yang memandang dan menyebabkan timbulnya penyakit ain, maka orang yang terkena penyakit ain diobati dengan cara diruqyah. Dalam sebuah hadis riwayat Imam Bukhari dari Ummu Salamah, dia bercerita;

أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – رَأَى فِى بَيْتِهَا جَارِيَةً فِى وَجْهِهَا سَفْعَةٌ فَقَالَ ; اسْتَرْقُوا لَهَا ، فَإِنَّ بِهَا النَّظْرَةَ

Nabi pernah melihat seorang budak perempuan di rumah Ummu Salamah, wajahnya terlihat kusam dan pucat. Lalu beliau memerintahkan,“Ruqyah perempuan ini, karena dia terkena ‘ain.”

Juga disebutkan dalam hadis riwayat Imam Ahmad dari Sayidah Aisyah, dia bercerita;

دَخَلَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- فَسَمِعَ صَوْتَ صَبِىٍّ يَبْكِى فَقَالَ: مَا لِصَبِيِّكُمْ هَذَا يَبْكِى فَهَلاَّ اسْتَرْقَيْتُمْ لَهُ مِنَ الْعَيْنِ

Suatu saat Nabi Saw. masuk, tiba-tiba Nabi Saw. mendengar jeritan bayi nangis. Kemudian beliau bersabda, ‘Kenapa bayi ini menangis terus? Mengapa kalian tidak segera meruqyahnya untuk mengobatinya dari penyakit ain.”

Adapun tata cara meruqyah orang yang terkena penyakit ain adalah dengan membaca surah Alikhlas, Alfalaq, Annas, Alfatihah, ayat kursi, dua ayat terakhir surah Albaqarah dan doa-doa yang disyariatkan untuk dibaca dalam meruqyah. Setelah selesai, lalu membaca doa berikut;

Baca Juga :  Islam itu Egaliter, Inklusif, dan Non-Diskrimatif

بِاسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنِ حَاسِدٍ اللَّهُ يَشْفِيكَ بِاسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ

“Dengan menyebut nama Allah, aku meruqyahmu dari segala sesuatu yang menyakitimu dan dari kejahatan setiap jiwa atau mata orang yang dengki. Mudah-mudahan Allah menyembuhkanmu. Dengan menyebut nama Allah, aku mengobatimu dengan meruqyahmu.”

Setelah selesai membaca doa ini, kemudian ditiupkan pada air. Sebagian air tersebut diminumkan pada orang yang terkena penyakit ain dan sebagian lagi dimandikan. Berdasarkan riwayat Abu Daud, cara seperti pernah dilakukan oleh Nabi Saw. pada sahabat Tsabit bin Qais.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here