Cara Menghormati Tamu menjadi Ukuran Tingkat Keimanan Manusia

0
316

BincangSyariah.Com – Menghormat tamu menjadi tolak ukur keimanan seseorang. Semakin baik penghormatannya, maka semakin baik keimanan si tuan rumah. Begitu pula, semakin buruk penghormatan pada tamu, maka semakin buruk pula keimanan yang dimiliki. Rasulullah Saw. bersabda:

من كان يؤمن با لله واليوم الاخر فليكرم ضيفه

Man kana yu’minu billahi walyaumil aakhiri falyukrim dloyfahu

Barangsiapa yang beriman kepada Allah Swt. dan pada hari kiamat, maka hendaknya menghormati tamunya. (HR. Muttafaq Alaih)

Dalam artian, jika ada orang bertamu, maka sambutlah dengan senyuman, berilah suguhan semampunya, dan ajaklah ngobrol dari hal yang basa-basi ke yang serius. Intinya jangan langsung ditanyakan maksud kedatangannya, akan tetapi biarkanlah si tamu yang menjelaskan sendiri tanpa diminta sehingga tidak terkesan mengusir.

Penghormatan terhadap tamu tidaklah harus mewah. Penghormatan pada tamu sesuaikan dengan kondisi pemilik rumah. Penghormatan pada tamu juga tidak boleh tebang pilih. Semua tamu yang berkunjung ke rumah kita adalah sama-sama tamu yang wajib dihormat. Baik yang kaya atau yang miskin, baik pejabat atau rakyat, baik kiai atau santri, dan lain sebagainya. Jangan mentang-mentang orang miskin lalu kita mengabaikannya. Ketika yang datang adalah pejabat, sampai-sampai menggelar karpet merah. Hal tersebut tidak dapat dibenarkan dalam agama.

Coba kita renungkan bagaimana Allah Swt. menerima Tamu-tamu-Nya yang datang berkunjung ke Baitullah tanpa mempermasalahkan ras dan suku. Yang berkulit putih dan kulit hitam berbaur menjadi satu. Yang fisiknya sempurna dan yang cacat fisik memiliki jatah yang sama dalam beribadah. Pejabat dan rakyat jelata pakaian ihramnya tidak dibedakan. Dalam pandangan Allah Swt., makhluknya memiliki kedudukan yang sama, hanya saja takwa yang membedakan mereka. Allah Swt. berfirman dalam Surat Al-Hujurat (49):13

Baca Juga :  Ini Tiga Tanda Anda Disayang Allah

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.

Nah, begitu juga dengan kita dalam hal menyambut tamu, tidak ada yang harus lebih diistimewakan sedang yang lain diabaikan. Tanamkan dalam hati bahwa semua tamu adalah raja. Karena ketika tamu dianggap raja, maka penghormatan kita akan semakin luar biasa.

Oleh karena itu, dapat kita simpulkan bahwa menghormati tamu adalah termasuk salah satu barometer keimanan manusia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here