Cara Menghiasi Diri Ketika Alami Jatuh Miskin

0
1186

BincangSyariah.Com – Miskin adalah satu kondisi yang banyak dibenci oleh manuisa. Banyak usaha yang dikerjakan agar senantiasa bebas dari kemiskinan. Kemiskinan memang dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur menurut Garis Kemiskinan (GK). Badan Data Statistik Statistik (BPS) menetapkan garis kemiskinan di Indonesia sebesar Rp401.220 per orang per bulan. Jadi jika penduduk Indonesia  yang pengeluarannya di bawah itu, sudah masuk kategori orang miskin. Jika Rp401.220 dibagi 30 hari, maka rata-rata belanja orang miskin kurang dari Rp13.374 per hari.

Meski banyak yang tidak menginginkan miskin, namun pada kenyataannya ada beberapa deretan manusia yang terlahir miskin dan masih belum bisa bangkit. Yang perlu diketahui adalah tidak selamanya miskin itu jelek. Karena orang yang miskin pun masih bisa menghiasi dirinya agar terlihat lebih indah dan bermartabat. Bagaimana caranya? Cara menghiasinya adalah dengan cara tak meminta-minta. Disebutkan dalam kitab al-Hikam milik Ali ibn Thalib:

العفاف زينة الفقر

Tak meminta-minta adalah hiasan kemiskinan

Tidak meminta-minta kepada orang lain adalah hiasan indah yang senantiasa mau berusaha totalitas untuk menggapai anugerah Allah. Anugerah Allah itu banyak macamnya dan teramat luas, manusia pun mengetahui bahwa Allah adalah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sehingga jika ada keinginan untuk tidak meminta-minta dan memilih jalan untuk tetap berusaha, maka tidak mungkin ia tidak mendapatkan hasil. (Baca: Dua Harta yang Membuat Sesorang Tak Takut Miskin)

Banyak dalil keislaman yang tidak memperkenankan manusia untuk meminta-minta. Bahkan menurut Al-Khauli dalam Al-Adab An-Nabawi, jika si pengemis itu sebenarnya mampu mencari nafkah namun dia lebih memilih untuk menjadi pengemis, maka dia telah kafir terhadap nikmat Allah. Disebut demikian, karena dia tidak mau mensyukuri nikmat anggota tubuh yang dikaruniakan Allah. Kalau dia bersyukur, seharusnya dia memanfaatkan anggota tubuhnya. (Baca: Zikiran Agar Terhindar dari Kemiskinan)

Baca Juga :  Sedekah Tanpa Harta, Mungkinkah?

Salah satu referensi yang menggambarkan pandangan syariat Islam terhadap orang yang meminta-minta adalah hadis yang diriwayatkan dari Samurah bin Jundub Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الْـمَسْأَلَةُ كَدٌّ يَكُدُّ بِهَا الرَّجُلُ وَجْهَهُ، إِلَّا أَنْ يَسْأَلَ الرَّجُلُ سُلْطَانًا أَوْ فِيْ أَمْرٍ لَا بُدَّ مِنْهُ.

“Minta-minta itu merupakan cakaran, yang seseorang mencakar wajahnya dengannya, kecuali jika seseorang meminta kepada penguasa, atau atas suatu hal atau perkara yang sangat perlu” (HR Tirmidzi)

Selain sebagai petanad bahwa tidak mensyukuri apa yang dianugerahkan dari-Nya, meminta-minta juga rupanya membahayakan diri sendiri. Tentu tiada manusia yang berkenan untuk mencakar wajahnya sendiri, dari situlah terlihat indahnya sikap orang yang meski miskin, namun ia tetap bisa menghiasi dirinya, bukan mencakar dirinya, yaitu dengan dengan tidak meminta-minta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here