Cara Menggapai Kematian Husnul Khotimah

0
23

BincangSyariah.Com — Kiranya tidak ada satu pun orang yang menyangsikan perihal kematian. Bisa dikata kematian bagi setiap orang merupakan sebuah kepastian dengan dua kemungkinan, kematian husnul khotimah (akhir hidup yang baik), atau dalam keadaan suul khotimah (akhir hidup yang buruk). (Baca: Lima Golongan yang Dikhawatirkan Meninggal Suul Khatimah)

Kematian husnul khotimah atau suul khotimah tersebut termasuk bagian dari misteri kehidupan yang sepenuhnya menjadi hak prerogatif Allah swt. Sebagaimana sabda Rasulullah saw. yang bersumber dari Abdullah bin Mas’ud berikut ini.

إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا ثُمَّ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ يَكُونُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ يَبْعَثُ اللَّهُ مَلَكًا

Sesungguhnya setiap orang di antara kalian dihimpun dalam perut ibunya selama empat puluh hari, lalu menjadi segumpal darah juga selama itu, kemudian menjadi segumpal daging selama itu pula, lantas Allah swt. mengutus malaikat (untuk meniupkannya roh),

فَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعٍ بِرِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيدٌ

dan menetapkan takdirnya atas empat hal, yakni ketentuan rezeki dan batasan ajalnya, serta pengukuhannya sebagai manusia sengsara ataukah manusia bahagia.

فَوَاللَّهِ إِنَّ أَحَدَكُمْ أَوْ الرَّجُلَ يَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا غَيْرُ بَاعٍ أَوْ ذِرَاعٍ

Demi Allah, sesungguhnya salah seorang di antara kalian, atau siapa saja yang telah melaksanakan amalan-amalan penghuni neraka, sehingga seakan-akan jaraknya dengan neraka hanya tinggal seukuran satu hasta atau sejengkal.

 فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا

Beruntungnya, suratan takdirnya telah menetapkan dirinya sebagai manusia bahagia, maka ia akan mengerjakan amalan penghuni surga sehingga akhirnya masuk surga.

وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا غَيْرُ ذِرَاعٍ أَوْ ذِرَاعَيْنِ

Lain lagi dengan orang yang sungguh-sungguh mengerjakan amalan-amalan penghuni surga, sehingga seakan jaraknya dengan neraka hanya rentang satu atau dua hasta.

فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا

Celakanya, suratan takdirnya telah mengukuhkan dirinya sebagai manusia sengsara, maka ia akan mengerjakan amalan penghuni neraka hingga akhirnya masuk neraka.

Hadis riwayat Imam Bukhari ini secara jelas menegaskan, kematian husnul khotimah ataukah suul khotimah, adalah bergantung pada ketetapan mutlak dari Allah swt. Namun demikian, kenyataan ini bukan lantas mendorong orang-orang berpangku tangan dan bersikap menyerah pada takdir.

Justru sebaliknya, ketidakpastian suratan takdir ini memotivasi setiap orang agar selalu berprasangka baik kepada Allah swt., sembari beristikamah dalam keimanan dan ketaatan.

Sesuai dengan pesan Rasulullah saw. yang diriwayatkan dari sahabat bernama Jabir bin Abdullah al-Anshari.

سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبْلَ مَوْتِهِ بِثَلَاثَةِ أَيَّامٍ يَقُولُ لَا يَمُوتَنَّ أَحَدُكُمْ إِلَّا وَهُوَ يُحْسِنُ الظَّنَّ بِاللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda saat menjelang tiga hari sebelum beliau wafat, “Janganlah salah seorang dari kalian meninggal dunia kecuali ia berbaik sangka kepada Allah swt.”. (HR. Imam Muslim).

Husnuzan atau berprasangka baik berarti mengunggulkan atau mengutamakan sisi positif daripada sisi negatif. Mafhum ini terdapat dalam ensiklopedia akhlak berjudul Nadhrah al-Na’iim fi Akhlaaq al-Rasuul al-Kariim (h. 5/1797). Dengan demikian, berbaik sangka kepada Allah konkretnya dilakukan dengan senantiasa memandang positif apa pun kehendak Allah yang terjadi di segala aspek kehidupan ini.

Bahkan, berprasangka baik kepada Allah swt. itu sebuah kewajiban, serta menjadi pemicu kebahagiaan di dunia juga keselamatan di akhirat nanti. Lagi pula hal tersebut merupakan ejawantah rasa kebergantungan dan ketundukan seorang hamba kepada Tuhannya. Penjelasan Imam Nawawi (w. 676 H) ini dapat ditelusuri lebih lanjut dalam kitabnya berjudul al-Minhaj Syarh Shahiih Muslim ibn al-Hajjaaj (9/256).

Selain itu, ternyata baiknya prasangka seseorang kepada Allah swt., bertautan dengan mantapnya pengharapan dan kepasrahan orang tersebut kepada-Nya. Lugasnya, tingkat kebaikan prasangka dan pengharapan pada Allah swt., mempengaruhi tingkat kepasrahan kepada-Nya.

Pasalnya, sebagian kalangan ulama mengungkapkan bahwa tawakkal atau kepasrahan pada Allah swt., tidak mungkin eksis pada diri orang-orang yang memiliki prasangka buruk serta tidak punya sifat raja’ atau pengharapan kepada-Nya. Pemaparan Syekh Ibnu Qayyim al-Jauziyyah (w. 751 H) ini juga dapat ditelusuri lebih lanjut dalam kitabnya berjudul Madarij as-Saalikiin (1/471 dan 2/121).

Sebagai penutup, perlu dipahami bahwa sesungguhnya prasangka baik seseorang kepada Allah swt. berkorelasi erat dengan suratan takdir yang bersangkutan. Seperti yang dinyatakan dalam hadis qudsi riwayat Abu Hurairah berikut.

يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي

Allah swt. berfirman, “Aku berada dalam prasangka hamba-Ku, dan Aku selalu bersamanya senyampang ia mengingat-Ku”.

فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي وَإِنْ ذَكَرَنِي فِي مَلَإٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلَإٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ

“Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku mengingatnya dalam diri-Ku. Bilamana ia mengingat-Ku dalam perkumpulan, niscaya Aku mengingatnya dalam perkumpulan yang lebih baik daripada (perkumpulan) mereka.”

وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ بِشِبْرٍ تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا وَإِنْ أَتَانِي يَمْشِي أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً

“Lalu, manakala ia mendekatkan diri kepada-Ku sejengkal, Aku mendekatkan diri kepadanya sehasta. Apabila ia mendekatkan diri kepada-Ku sehasta, Aku mendekatkan diri kepadanya sedepa (empat hasta atau enam kaki). Tatkala ia mendatangi-Ku dalam keadaan berjalan, Aku mendatanginya dalam keadaan berlari.” (HR. Imam Bukhari).

Wallahu a’lam bish-shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here