Cara Memahami Hadis “Setan Dibelenggu di Dalam Bulan Ramadan”

0
2210

BincangSyariah.Com – Sebelumnya kami telah menjelaskan contoh hadis “Zainab ra. yang paling panjang tangannya”; yang tidak boleh dipahami kecuali dengan makna majas-nya. Kali ini adalah contoh hadis yang bisa dipahami baik secara hakiki ataupun majazi. Hadisnya adalah tentang tentang terbelenggunya setan di bulan Ramadan. Hadis berikut diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, lewat jalur Abu Hurairah ra,

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: (إذا جاء رمضان فُتّحـت أبواب الجنة، وغُـلّـقـت أبواب النار، وصُفّـدت الشـياطين). رواه بخاري ومسلم) وفي رواية أخرى وسلسلت الشياطين.

Dari Abu Hurairah ra. berkata sesungguhnya Rasul saw bersabda, “Jika datang bulan Ramadhan, pintu-pintu surga terbuka, pintu-pintu neraka tertutup, dan setan-setan dibelenggu”. (HR. Bukhari dan Muslim) dan dalam riwayat lain “dan setan-setan dirantai”.

Dalam Alquran disebutkan bahwa setan sendiri terdiri dari setan dari golongan manusia dan setan dari golongan jin [QS. Al-An’am; 112]. Jadi siapa yang dibelenggu, setan yang berasal dari golongan manusia atau golongan jin?

Manusia adalah makhluk fisik. Namun selama bulan Ramadhan tidak ada manusia yang dibelenggu atau dirantai. Sedangkan jin adalah makhluk metafisik jadi tidak mungkin bisa dirantai, bagaimana mungkin sesuatu yang metafisik dibelenggu dengan benda bersifat fisik?

Jawabannya, hadis tersebut rupanya bisa dipahami baik secara majas maupun hakiki (Arab: haqiqi). Secara hakiki, bahwa setiap bulan Ramadan pintu surga benar-benar dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu untuk menghormati datangnya bulan yang mulai tersebut. Maksud dari terbelenggunya setan adalah di bulan tersebut umat Muslim berbondong-bondong melakukan ibadah puasa dan melakukan ibadah lainnya. Imam al-Qurthubi menyebutkan, secara kasat mata presentase keimanan umat Muslim pada bulan mulia tersebut meningkat dan persentase kemaksiatan menurun.

Baca Juga :  Pakistan Memberikan Sanksi Keuangan untuk Kelompok Taliban

Adapun secara majas, terbelenggunya setan adalah ibarat akan banyaknya pahala dan luasnya ampunan yang Allah berikan kepada umat Islam sehingga sia-sia usaha setan untuk melakukan tipu daya. Demikian. Wallahu A’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here