Cara Memahami Hadis: Menggunakan Metode Hadis Tematik

1
244

BincangSyariah.Com – Metode selanjutnya yang dapat digunakan untuk memahami hadis adalah metode hadis tematik (al-hadith al-maudhu’i), metode ini sebenarnya hampir sama dengan metode tafsir tematik (al-tafsir al-maudhu’i) yaitu salah satu cara yang digunakan untuk menafsirkan ayat al-Quran. hanya saja dalam metode hadis tematik seseorang harus menyeleksi kualitas hadis terlebih dahulu apakah ia hadis shahih atau tidak. Sedangkan dalam metode tafsir tematik hal itu tidak diperlukan karena al-Quran sudah pasti kebenarannya.

Metode ini perlu dilakukan karena mengingat Nabi Muhammad terkadang menyampaikan perkataannya kepada beberapa orang sahabat yang tidak disampaikan kepada sahabat yang lain, terkadang pula sebuah hadis dalam riwayat yang satu (jalur sanad) berbeda dengan riwayat yang kedua. Begitu pula terdapat banyak riwayat hadis yang kadang-kadang disampaikan secara ringkas sedangkan dalam satu riwayat sedangkan dalam riwayat yang lain disampaikan dengan panjang lebar padahal ia satu tema.  

Imam Ibn Hajar al-Asqalani (w. 852 H) pernah menjelaskan, “sebagian perawi hadis ada yang meringkas hadis. Oleh karennya, setiap orang yang berbicara tentang hadis maka hendaklah baginya untuk mengumpulkan seluruh jalur periwayatannya (sanad) kemudian mengumpulkan lafaz-lafaz matannya, jika sanad-sanad hadis tersebut dapat dipertanggung jawabkan keshahihannya, maka ia kemudian menjelaskannya bahwa itu sebenarnya adalah satu hadis yang sama. Karena pada dasarnya yang lebih berhak untuk menjelaskan maksud sebuah hadis adalah hadis itu sendiri”.

Selain itu di dalam hadis nabi banyak ditemukan redaksi yang bersifat umum sedangkan dalam riwayat yang lain dengan topik yang sama bersifat khusus. Maka dalam kasus seperti ini hadis yang bersifat umum tersebut harus dipahami secara khusus. Sama halnya ketika terdapat hadis dengan redaksi yang bersifat muthlaq (pengertian luas), muqayyad (pengertian terbatas), mujmal (global), mubayyin (penjelas) pada topik hadis yang sama.

Baca Juga :  Cara Memahami Hadis: Keilmuan Geografi dalam Memahami Hadis

Dalam kasus seperti ini maka hadis yang mutlak harus dipahami dengan pengertian yang muqayyad, sedangkan yang mujmal dipahami dengan yang mubayyin. dengan demikian dapat dipahami, hadis yang belum jelas maknanya harus di-syarah atau ditafsirkan oleh hadis yang sudah jelas maknanya.

Disinilah letak pentingnya menggunakan metode tematik (al-hadis al-maudhu’i) di dalam memahami hadis nabi atau juga dikenal dengan cara Jam‘u al-Riwayah (mengumpulkan riwayat hadis) karena bila hanya memahami hadis dengan satu riwayat saja padahal ia memiliki riwayat yang lain, rentan sekali terjadi kekeliruan dalam memahi maksudnya, bahkah lebih parah lagi berdampak pada pemahaman yang sesat dan menyesatkan.

Menurut Ali Mustafa Yaqub, berikut ini beberapa langkah yang harus ditempuh ketika hendak memahami hadis dengan metode tematik.

Pertama, harus mengumpulkan semua riwayat hadis dalam tema yang sama.

Kedua, mengkritisi riwayat-riwayat tersebut, dengan cara menyeleksi yang shahih dari yang dhaif.

Ketiga, mengambil hadis yang shahih dan membuang yang tidak shahih, serta mengambil hadis yang dapat diamalkan (ma’mul) dan meninggalkan hadis yang sudah tidak berlaku, seperti hadis yang sudah dinasakh.

Keempat, mengambil teks-teks hadis yang petunjuk maknanya jelas, lalu menyeleksinya dari teks-teks hadis yang petunjuk maknanya tidak jelas.

Kelima, memahami atau menjelaskan teks-teks hadis yang tidak jelas petunjuk maknanya dengan teks-teks hadis yang sudah jelas petunjuk maknanya.

Wallahu A’lam Bis Shawab 

[rujukan utama, al-Thuruq al-Shahihah fi Fahmi Sunnah al-Nabawiyah karya Prof. Ali Mustafa Yaqub. MA.]

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here