Cara Memahami Hadis: Mengenal Asbabul Wurud

0
16803

BincangSyariah.Com – Dalam kajian ilmu hadis telah dikenal adanya ilmu asbab al-wurud. asbab al-wurud secara sederhana dapat diartikan dengan segala sesuatu yang menyebabkan datangnya sesuatu. Karena istilah ini biasa dipakai dalam diskursus ilmu hadis, maka asbab al-wurud biasa diartikan dengan segala sesuatu (sebab-sebab) yang melatar belakangi munculnya suatu hadis atau konteks historisitas, baik berupa peristiwa-peristiwa atau pertanyaan-pertanyaan atau lainnya yang terjadi pada saat hadis itu disampaikan oleh Nabi Saw.

Asbab al-wurud dapat berfungsi sebagai pisau analisis untuk menentukan apakah hadis itu bersifat umum atau khusus, mutlaq atau muqayyad, nasakh atau mansukh, dan sebagainya. Dalam kajian fiqh al-hadis, asbab al-wurud mempunyai peranan yang sangat penting, karena dapat menghindarkan dari kesalahpahaman (missunderstanding) dalam menangkap maksud suatu hadis.

Maka Sebelum seseorang memahami hadis nabi, ia harus mengetahui Asbab al-wurud hadis (latar belakang hadis) terlebih dahulu. Jika dalam al-Quran terdapat asbab al-Nuzul (latar belakang turunnya ayat) maka di dalam hadis terdapat asbab al-wurud, dan perlu diketahui tidak semua hadis nabi memiliki asbab al-wurud-nya. Berikut ini salah satu contoh asbab al-wurud di mana hadis ini tidak dapat dipahami secara komprehensif tanpa memahami asbab al-wurud-nya.

Agama Islam Didukung Orang Durhaka

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim di dalam kitab shahihnya, Rasulullah SAW bersabda:

إن الله ليؤيد هذاالدين بالرجل الفاجر

“Sesungguhnya Allah menguatkan agama ini dengan bantuan orang durhaka”.

Tentu hadis ini adalah hadis yang sahih baik dari segi sanad maupun matan, namun ternyata masih banyak orang yang mempermasalahkan tentang hadis di atas dari segi pemahamannya. Bagaimana tidak, dalam hadis ini disebutkan bahwa Allah SWT menguatkan agama Islam dengan bantuan seorang yang durhaka, padahal pada dasarnya Islam melarang umatnya untuk melakukan perkara durhaka. Lebih jauh, bagaimana mungkin suatu perbuatan yang dilarang dalam Islam dapat menguatkan Islam itu sendiri.

Baca Juga :  Punya Salah pada Teman? Ini Empat Tahapan Cara Memohon Maaf

Pemahaman terhadap hadis di atas tidak dapat dipahami tanpa mengetahui latar belakang datangnya hadis tersebut. Setelah kita melihat ternyata hadis ini memiliki asbab al-wurud dan dengan melihat asbab al-wurud hadis ini maka kerancuan dalam memahami teks hadis di atas akan hilang.

Ali Mustafa Yaqub dalam bukunya al-Thuruq al-Shahihah fi Fahm Al-Sunnah al-Nabawiyah, menyebutkan. Dalam Kitab Shahih Muslim, Imam Muslim kembali meriwayatkan sebuah hadis yaitu dari Abu Hurairah yang berkata, “Kami ikut bergabung bersama Rasulullah SAW ketika perang Hunain, beliau bersabda untuk seorang laki-laki mengaku sebagai orang Islam, “Orang ini adalah ahli neraka.”

Saat perang berkecamuk, laki-laki tadi ikut berperang dengan penuh semangat. Hingga ia terluka. Kemudian Ada yang berkata: “Wahai Rasulullah laki-laki yang engkau sebutkan tadi sebagai ahli neraka, pada hari ini sungguh telah berperang dengan penuh semangat dan meninggal dunia”. Kemudian Nabi Muhammad SAW bersabda. “Ia masuk neraka.”

Sebagian sahabat ketika itu merasa bingung dan bimbang, karena bagaimana mungkin orang yang berjihad dan meninggal dalam jihad masuk ke dalam neraka bukankah dia mati dalam kedaan syahid dan masuk ke dalam syurga sebagai imbalannya?

Dan tiba-tiba pada saat seperti itu ada sahabat yang berkata: “Ia tidak meninggal dunia melainkan karena luka yang sangat parah, pada malam hari ia tidak lagi kuat menahan luka tersebut lalu ia bunuh diri. Kesaksian ini lalu disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW lalu beliau bersabda: “Allah Maha Besar sesungguhnya aku adalah hamba Allah dan rasulnya”. Kemudian beliau memerintahkan kepada bila Bilal untuk menyampaikan di depan orang banyak:

إِنَّهُ لاَ يَدْخُلُ الجَنَّةَ إِلَّا نَفْسٌ مُسْلِمَةٌ، وَإِنَّ اللَّهَ لَيُؤَيِّدُ هَذَا الدِّينَ بِالرَّجُلِ الفَاجِرِ

Baca Juga :  Hukum Membeli Barang di Mesin Jual Otomatis

Artinya: Sesungguhnya tidak akan masuk surga kecuali jiwa yang muslim dan sesungguhnya Allah telah menguatkan agama ini dengan orang yang durhaka.

Demikianlah betapa pentingnya memahami hadis dengan menggunakan pendekatan asbab al-wurud, karena bila tidak maka akan terjadi kesalahpahaman dan kerancuan dalam memahami teks atau hadis nabi. Wallahu a’lam.

[Rujukan utama, kitab al-Thuruq al-Shahihah fi Fahmi Sunnah al-Nabawiyah karya Prof. Ali Mustafa Yaqub. MA.]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here