Belajar Tauhid: Cara Kita Mengimani Sifat Kalam Allah Swt.

0
1224

BincangSyariah.Com – Al-Kalam atau berbicara adalah salah satu sifat dari dua puluh sifat wajib Allah swt. Lalu bagaimana cara kita mengimani sifat Kalam Allah swt. itu?

Syekh Thahir Al-Jazairi di dalam kitabnya Al-Jawahirul Kalamiyah Fi Idhahil A’qidah Al-Islamiyyah mengatakan bahwa cara beriman atau meyakini sifat kalam Allah swt. itu adalah sebagai berikut.

هو ان نعتقد أن الله سبحانه موصوف بالكلام، وأن كلامه لايشبه كلامنا. فإنه كلامنا مخلوق فينا وبواسطة الة من فم ولسان وشفتين وكلامه سبحانه وتعالى ليس كذلك.

Yakni kita meyakini bahwa Allah swt. mempunyai sifat kalam (berbicara). Kalam Allah swt. itu tidak sama dengan kalam kita (berbicara kita), karena sesungguhnya kalam kita itu diciptakan oleh mulut kita dan dengan bantuan alat berupa mulut dan lisan/lidah, serta dua bibir, sedangkan kalam Allah swt. tidak membutuhkan hal tersebut.

Allah swt. berfirman:

وَكَلَّمَ اللّٰهُ مُوْسٰى تَكْلِيْمًاۚ

Dan kepada Musa, Allah berfirman langsung. (Q.S. An-Nisa’/4: 164)

وَاِنْ اَحَدٌ مِّنَ الْمُشْرِكِيْنَ اسْتَجَارَكَ فَاَجِرْهُ حَتّٰى يَسْمَعَ كَلٰمَ اللّٰهِ ثُمَّ اَبْلِغْهُ مَأْمَنَهٗ ۗذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَعْلَمُوْنَ

Dan jika di antara kaum musyrikin ada yang meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah agar dia dapat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah dia ke tempat yang aman baginya. (Demikian) itu karena sesungguhnya mereka kaum yang tidak mengetahui. (Q.S. At-Taubah/9: 6)

Dengan demikian, maka Allah swt. itu maha berfirman, namun Allah swt. tidak membutuhkan perantara mulut, bibir, dan lidah seperti halnya makhlukNya, karena Allah swt. tidak seperti makhlukNya. Dan Allah swt. sangat mustahil bisu (al-Asham), karena bisu adalah hal yang cacat, sementara Allah swt. Maha Sempurna. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

Baca Juga :  KOMUJI: Hijrah, Musisi Tetap Harus Bertanggung Jawab dengan Musiknya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here