Cara Bertaubat Karena Berselingkuh dengan Perempuan Bersuami

0
1579

BincangSyariah.Com – Kita sering mendengar mengenai perselingkuhan yang melibatkan seorang laki-laki dengan seorang bersuami. Bahkan terkadang keduanya sampai melakukan perbuatan zina. Jika laki-laki tersebut hendak bertaubat karena berselingkuh dengan perempuan bersuami, apakah ia harus minta maaf pada suaminya secara langsung atau cukup hanya mohon ampunan kepada Allah saja?

Dalam Islam, berzina dengan istri tetangga atau perempuan bersuami termasuk perbuatan dosa besar. Disebutkan dalam sebuah hadis bahwa terdapat tiga hal termasuk perbuatan dosa besar. Pertama, menyekutukan Allah. Kedua, membunuh anak sendiri. Ketiga, berzina dengan istri tetangga atau perempuan bersuami.

Hadis dimaksud diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Abdullah bin Mas’ud;

سَأَلْتُ او سئل رسول الله أي الذنب عند الله أكبر قال أن تجعل لله نذا وهو خلقك قلت ثم أي قال ثم أن تقتل ولدك خشية أن يطعم معك قلت ثم أي قال أن تزاني بحليلة جارك

Aku bertanya atau Rasulullah Saw ditanya, dosa apakah yang paling besar di sisi Allah? Beliau menjawab; Engkau menjadikan tandingan bagi Allah, sedangkan Dia telah menciptakanmu. Kemudian apa lagi? Beliau menjawab; Engkau membunuh anakmu karena engkau takut dia makan bersamamu. Kemudian apa lagi? Beliau menjawab; Engkau berzina dengan istri tetanggamu.

Oleh karena itu, jika terdapat laki-laki yang melakukan hal tersebut, maka dia harus segera berhenti dan segera bertaubat. Para ulama berbeda pendapat mengenai kewajiban meminta maaf pada suami perempuan yang telah dizinahi tersebut.

Menurut sebagian ulama, dan ini merupakan pendapat yang lebih kuat, laki-laki yang pernah berzina dengan perempuan bersuami, maka dia wajib minta maaf pada suami perempuan tersebut. Ini dilakukan jika dikhawatirkan tidak menimbulkan fitnah atau bahaya. Jika dikhawatirkan menimbulkan fitnah atau bahaya, maka dia tidak perlu meminta maaf pada suaminya, melainkan dia memohon kepada Allah agar suami perempuan tersebut merelakannya.

Baca Juga :  Haruskah Wanita Shalat Zhuhur setelah Shalat Jumat Selesai?

Menurut ulama yang lain, laki-laki tersebut tidak perlu minta maaf pada suaminya, baik tidak dikhawatirkan menimbulkan fitnah atau bahaya, terlebih lagi jika dikhawatirkan. Dia cukup hanya memohon ampunan kepada Allah dan memohon kepada-Nya agar suami perempuan tersebut merelakannya.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Fathul Mu’in berikut;

وقال بعضهم يتوقف في التوبة في الزنا على استحلال زوج المزني بها إن لم يخف فتنة وإلا فليتضرع إلى الله تعالى في إرضائه عنه.وجعل بعضهم الزنا مما ليس فيه حق آدمي فلا يحتاج فيه إلى الاستحلال والأوجه الأول

Sebagian ulama mengatakan; Taubat dari zina membutuhkan permintaan halal pada suami perempuan yang telah dizinahi jika tidak khawatir menimbulkan fitnah. Jika dikhawatirkan, maka cukup mengadu kepada Allah agar suaminya merelakannya. Sebagian ulama mengatakan bahwa perbuatan zina tidak ada hak adami di dalamnya sehingga tidak perlu minta kehalalan suami. Yang lebih kuat adalah pendapat pertama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here