Cara Bersedekah Keliru yang Sering Kita Lakukan

0
1177

BincangSyariah.Com –Setiap orang pasti menginginkan menjadi orang kaya dan memiliki banyak harta. Banyak upaya dan usaha yang dilakukan manusia. Tak jarang ada yang menggunakan cara-cara yang dilarang agama, seperti pesugihan, memelihara tuyul, dan lain-lain.

Islam memiliki cara sendiri agar menjadi kaya. Selain salat dhuha, yang dapat menunjang tercapainya kesuksesan finansial adalah bersedekah. Allah akan menganti harta yang kita sedekahkan dengan dua kali lipat, sepuluh kali lipat, tujuh ratus kali lipat, bahkan tak terhingga. Ini bukan omongan belaka. Janji Allah jelas tertulis dalam Al-qur’an. Rujukannya: dibalas dua kali lipat adalah QS. al-Baqarah [2]: 265; sepuluh kali lipat, QS. al-An’aam [6]: 160; tujuh ratus kali lipat, QS. al-An’amm [6]: 160; dan  tak terhingga adalah QS. al-Faathir [35]: 13.

Bila kita sudah bersedekah dan balasan Allah belum juga datang, bisa jadi karena cara kita bersedekah masih salah. Cara bersedekah seharusnya sebagai berikut.

Pertama, bersedekah tidak diiringi kata-kata yang menyakitkan dan tidak mengingatkan orang-orang mengenai kebaikan yang telah kita lakukan. Orang yang bersedekah dengan melukai perasaan orang yang diberi sedekah, ia tidak akan mendapatkan pahala sedekahnya. Sedekah seperti itu bukan lillahi ta’ala melainkan karena pamir

Allah Swt berfirman dalam surat al-Baqarah [2]: 262,

الذين ينفقون اموالهم فى سبيل الله ثم لا يتبعون ما انفقوا منا ولا اذى  لهم اجرهم عند ربهم ولا خوف عليهم ولاهم يحزنون

“Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka.”

Kedua, sesuatu yang kita sedekahkan adalah halal, baik, dan bermutu. Kehalalan dari barang tadi bukan hanya sifat barang melainkan juga cara mendapatkannya. Tidaklah baik menyedekahkan barang hasil curian, atau hasil korupsi uang negara yang dibelikan makanan halal.

Baca Juga :  Hukum Haji Berkali-kali, Tapi Tak Pernah Sedekah

Selain kehalalannya, kualitas barang juga perlu diperhatikan. Sering kita menjumpai di televisi. Saat terjadi bencana alam, bantuan mengalir pada korban bencana. Pakaian bekas berjimbun-jimbun. Tak jarang pakaian bekas itu tetap menggunung hingga berhari-hari. Para pengungsi enggan mengambilnya. Sebab pakaian yang diberikan adalah pakaian bekas tak layak pakai. Bantuan itu tak ubahnya sampah yg berpindah tempat saja.

Firman Allah dalam surat al-Baqarah  [2]: 267,

ياءيها الذين امنوا انفقوا من طيبت ما كسبتم ومما اخرجنا لكم من الرض ولا تيمموا الخبيث منه تنفقون ولستم باخذيه الا ان تغمضوا فيه واعلموا ان الله غني حميد

“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi ini untuk kamu. Dan jangaanlah kamu memilih yang buruk-buruk, lalu kamu sendiri tidaak mau mengambilnya, melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan, ketahuillah bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.”

Mari kita bersedekah dengan memberi sesuatu yang paling berharga dari kita. Semoga kita menjadi orang yang peduli dengan sesama. Amin. Wallahua’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here