Campur Lawan Jenis di Angkutan Umum, Apakah Haram?

0
1370

BincangSyariah.Com – Sudah maklum bahwa ketika kita naik angkutan umum, seperti kereta dan lainnya, kita biasanya akan berkumpul dan berbaur dengan lawan jenis. Ini menurut sebagian orang dianggap sebagai ikhtilat atau bercampur dengan lawan jenis, dan itu hukumnya dilarang dalam agama. Benarkah naik angkutan umum termasuk ikhtilat yang dilarang?

Naik angkutan umum, meski terjadi perbauran antara laki-laki dan perempuan, selama aman dari terjadinya fitnah dan tidak ada khalwat, maka hukumnya boleh dan tidak termasuk bagian dari ikhtilat yang dilarang. Apalagi jika keamanan terjamin di dalam angkutan umum, maka hal itu tidak disebut sebagai ikhtilat. (Hukum Merayakan Ulang Tahun dalam Islam)

Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu berikut;

اخْتِلَاطَ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ إذَا لَمْ يَكُنْ خَلْوَةً لَيْسَ بِحَرَامٍ

Percampuran antara wanita dan pria asalkan tidak terjadi khalwat tidak diharamkan.

Menurut para ulama, perbauran antara laki-laki dan perempuan disebut ikhtilat dan khalwat jika sangat dikhawatirkan terjadinya perbuatan yang menimbulkan syahwat dan terjadinya zina. Jika dipastikan aman dari timbulnya syahwat dan terjadinya zina, maka tidak disebut dengan ikhtilat dan khalwat. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam Hasyiatul Jamal berikut;

وَضَابِطُ الْخَلْوَةِ اجْتِمَاعٌ لَا تُؤْمَنُ مَعَهُ الرِّيبَةُ عَادَةً بِخِلَافِ مَا لَوْ قُطِعَ بِانْتِفَائِهَا عَادَةً فَلَا يُعَدُّ خَلْوَةً

Batasan yang dinamai khalwat adalah perkumpulan yang tidak diamankan terjadinya perbuatan yang mengarah pada zina menurut ukuran kebiasaan. Ini berbeda saat dipastikan tidak akan terjadi hal yang demikian menurut ukuran kebiasaan, maka hal itu tidak disebut dengan khalwat.

Bahkan Imam Al-Rafii berpendapat bahwa boleh bagi laki-laki menyepi dengan dua orang perempuan atau lebih jika hal itu dipastikan selamat dari fitnah. Ini menunjukkan bahwa pembauran di dalam angkutan umum antara laki-laki dan perempuan hukumnya boleh. Karena pada umumnya di angkutan umum aman dari hal-hal yang mengarah pada perbuatan zina. Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Mugnil Muhtaj berikut;

Baca Juga :  Habib Ali al-Jufri: Jangan Ikuti Orang yang Ingin Mendirikan Khilafah

يجوز للرجل ان يحلو بامرأتين اجنبيين ثيقتين فأكثر كما نقله الرافعي عن الاصحاب

Boleh bagi laki-laki menyepi dengan dua orang perempuan terpercaya atau lebih, sebagaimana dinukil oleh Imam Al-Rafii dan ulama-ulama Syafiiyah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here