BWI; Potensi Wakaf Muslim Kelas Menengah Diperkirakan 11 Triliun Pertahun

0
183

BincangSyariah.Com – Wakaf di kalangan masyarakat Indonesia memang belum sepopuler zakat, sedekah dan infaq. Namun kontribusi dan potensi wakaf terhadap pembangunan tanah air tidak bisa dipandang sebelah mata.

Jika dikelola dengan baik, sebenarnya sektor wakaf mempunyai potensi yang sangat besar bagi kekuatan ekonomi Indonesia. Saat ini nilai wakaf uang yang terkumpul mencapai 199 milyar, itu yang tercatat. Jumlah ini terbilang kecil jika melihat potensi wakaf yang dimiliki Indonesia.

Imam Teguh Sabtono, Wakil Pelaksana Badan Wakaf Indonesia, memaparkan bahwa potensi wakaf uang Indonesia diperkirakan mampu mencapai 11 triliun rupiah yang dikumpulkan dari 110 juta masyarakat muslim kelas menegah saat ini.

“Jika dalam satu tahun wakaf uang 100ribu perorang maka diperkirakan akan tercipta 11 triliun rupiah pertahunnya,” jelas Imam dalam acara halal bi halal dan bincang wakaf di Hotel Aone, Jakarta Pusat, pada Selasa (09/07/19).

Melihat potensi tersebut, Imam menargetkan, paling tidak BWI akan mampu mengumpulkan wakaf sebanyak 10 triliun rupiah dalam lima tahun ke depan.

Tapi sayangnya, saat ini animo masyarakat dalam berwakaf masih rendah. Hal ini, menurutnya, karena informasi terkait wakaf masih rendah. Terbukti dari banyaknya masyarakat yang masih lebih memilih wakaf konvesnional berupa benda tidak bergerak dan masih banyak yang enggan berwakaf uang atau menginvestasikan wakaf dalam bentuk saham.

“Selama ini kita hanya mengenal wakaf benda tidak bergerak. dari beberapa yang tidak mengerti tentang wakaf, saya dengar beberapa kasus ada masyarakat yang takut mengganti genteng atau lantai masjid karena itu adalah wakaf, dengan dalih harta yang diwakafkan tidak boleh diubah,”

Padahal, lanjut Imam, maksud dari nilai keabadian yang harus dipertahankan adalah nilai kelayakan. Apalagi semakin berlalunya waktu, nilai wakaf akan makin turun sebab inflasi dan sebagainya. Tapi jika dikelola dan dikembangkan dalam proyek produktif maka nilai wakaf akan tetap abadi sehingga bisa terus bermanfaat bagi seluruh umat.

Baca Juga :  Hukum Menjawab Salam dari Non-Muslim

“Justru mendiamkan wakaf merupakan kezaliman. Aset akan terus bermanfaat jika dilakukan peremajaan terhadap aset wakaf,” ujar Imam.

Sebagai upaya meningkatkan animo masayrakat untuk berwakaf, BWI akan terus mengupayakan diseminasi pengetahuan mengenai wakaf, salah satunya dengan memasukkan materi wakaf dalam Kurikulum  Sekolah Menengah Atas dan Universitas yang nantinya akan bekerjasama dengan Kementarian Agama Republik Indonesia.

Langkah lainnya, BWI saat ini sedang menyusun program sertifikasi nazir (pengelola wakaf), mengembangkan sistem informasi aset wakat, dan inovasi produk dengan lembaga keuangan syariah penerima wakaf uang (LKS PWU) yang terdiri dari 18 bank Syariah dalam berbagai platform media.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here