Buya Yahya: Kami Haramkan Ucapan Selamat Natal, Tapi Tidak Boleh Memaki Ulama yang Bolehkan Selamat Natal

0
2891

BincangSyariah.Com – Beberapa waktu belakangan Indonesia kedatangan ulama tersohor, Habib Ali Al-Jufri. Dalam salah satu ceramahnya, Habib Ali Al-Jufri menyampaikan hukum mengucapkan selamat natal. (Baca: Mengapa Ulama Dulu Haramkan Selamat Natal, Sekarang Tidak? Ini Penjelasan Habib Ali Al-Jufri).

Dalam kesempatan lain, Buya Yahya ditanyai oleh jemaahnya terkait pendapat Habib Ali Al-Jufri yang membolehkan ucapan selamat natal. Menurut ulama yang tinggal di Cirebon, pendidikan dan madrasahnya tidak jauh berbeda dengan  Habib Ali Al-Jufri. Diketahui bahwa Buya Yahya pernah menimba ilmu di Yaman, dan begitupun Habib Ali Al-Jufri. “Madarasah beliau Hadramiyah, saya juga belajar di Hadramaut,” ujar ulama yang kerap disapa Buya Yahya. (Pendapat Buya Yahya Mengenai Ucapan Selamat Natal)

“Tapi zaman ini penuh dengan fitnah, sampai-sampai yang tidak sependapat seperti beliau itu wajahnya dicoret merah di Youtube,” ujar Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah.

Menurut Buya Yahya, fatwa Habib Ali Al-Jufri yang membolehkan ucapan selamat natal kerap digunakan secara berlebihan untuk mendiskreditkan ulama yang tidak membolehkan ucapan selamat natal untuk Non-Muslim. Hal ini justru akan menimbulkan perpecahan dan kegaduhan.

Dalam mukadimah ceramah Habib Ali Al-Jufri, jelas Buya Yahya, disampaikan bahwa hendaklah umat Muslim menghindari perpecahan karena perbedaan pendapat.

“Habib Ali Al-Jufri itu ulama. Jangan hanya karena berbeda dengan beliau kemudian Anda coret mukanya. Kita harus punya adab.”

Menurut Buya Yahya, di negeri Indonesia, tanpa mengucapkan selamat terhadap agama lain itu sudah aman.

Di sisi lain, walaupun Habib Ali Al-Jufri membolehkan pengucapan selamat natal untuk umat Nasrani, tapi beliau juga menyampaikan pendapat jumhur ulama yang tidak membolehkan ucapan selamat natal.

Pendapat ulama yang dikutip Habib Ali Al-Jufri itu dari mazhab Hanbali. Dalam mazhab Hanbali terdapat tiga pendapat mengenai mengucapkan selamat natal, yaitu boleh, makruh, dan haram.

Baca Juga :  Cara Mewujudkan Keluarga Sakinah dalam Keluarga Karir

“Mungkin pendapat yang beliau ambil itu sesuai dengan situasi yang beliau lihat, mungkin di Mesir atau di daerah lain,” jelas Buya Yahya mengomentari fatwa Habib Ali Al-Jufri.

Oleh karena itu, Buya Yahya mengimbau kepada umat Muslim untuk tidak saling mencaci walaupun terjadi perbedaan pendapat mengenai ucapan selamat natal. Selain itu, Buya Yahya juga mengimbau kepada para jemaahnya untuk tidak mengucapkan kalimat kotor kepada Habib Ali Al-Jufri.

Bagi Buya Yahya, pada zaman sekarang ini kerap terjadi perongrongan akidah yang membahayakan. Oleh karena itu, Buya Yahya hanya mengharamkan pengucapan selamat natal kepada umat Kristiani. Sementara itu, ucapan selamat dalam bentuk lainnya, seperti ucapan atas pernikahan, rumah baru, dan sebagainya itu diperbolehkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here