Butuh Tambahan Pemasukan, Bolehkah Menjual ASI?

0
398

BincangSyariah.Com – Saat ini banyak dijumpai air susu ibu (ASI) dalam bentuk kemasan yang diperjualbelikan. Bahkan ada juga keju dan es krim yang bahan dasarnya terbuat dari ASI. Dalam Islam, bagaimana hukum menjual ASI, apakah boleh?

Menurut ulama Malikiyah, Syafiiyah dan sebagian ulama Hanabilah, menjual atau membeli ASI hukumnya boleh dan sah. Hal ini karena ASI adalah suci dan bermanfaat serta dibolehkan untuk diminum. Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab al-Mausu’ah al-Fiqhiyah berikut;

ذَهَبَ الْمَالِكِيَّةُ وَالشَّافِعِيَّةُ وَهُوَ الأْصَحُّ عِنْدَ الْحَنَابِلَةِ إِلَى جَوَازِ بَيْعِ لَبَنِ الآْدَمِيَّةِ إِذَا حُلِبَ ، لأِنَّهُ لَبَنٌ طَاهِرٌ مُنْتَفَعٌ بِهِ ، وَلأِنَّهُ لَبَنٌ أُبِيحَ شُرْبُهُ ، فَأُبِيحَ بَيْعُهُ قِيَاسًا عَلَى سَائِرِ الأْنْعَامِ

“Ulama Malikiyah dan Syafiiyah, dan ini adalah pendapat yang paling sahih di kalangan ulama Hanabilah, bahwa boleh menjual susu perempuan jika sudah diperas. Ini disebabkan karena susu perempuan adalah suci dan bermanfaat, juga boleh untuk diminum. Maka dibolehkan untuk dijual dengan disamakan pada susu hewan ternak.”

Dalam kitab al-Majmu, Imam Nawawi juga menyebutkan sebagai berikut;

بيع لبن الآدميات جائز عندنا لا كراهة فيه

“Menjual susu perempuan hukumnya boleh menurut kami (ulama Syafiiyah), tidak kemakruhan di dalamnya.”

Dalam kitab Nihayatul Muhtaj juga disebutkan sebagai berikut;

ويصح بيع لبن الآدميات لأنه طاهر منتفع به فأشبه لبن الشياه ومثله لبن الآدميين بناء على طهارته وهو المعتمد

“Sah hukumnya menjual air susu perempuan karena ia suci dan dapat diambil manfaatnya. Maka hukumnya menyerupai susu kambing, juga boleh menjual air susu laki-laki karena memandang kesuciannya dan yang demikian adalah pendapat yang dapat dijadikan pegangan.”

Sementara menurut ulama Hanafiyah dan sebagian ulama Hanabilah, ASI tidak boleh dijual karena bukan harta. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab al-Mausu’ah al-Fiqhiyah berikut;

Baca Juga :  Hukum Menggunakan Bolpoin Emas

وَلاَ يَجُوزُ بَيْعُهُ عِنْدَ الْحَنَفِيَّةِ وَهُوَ قَوْل جَمَاعَةٍ مِنَ الْحَنَابِلَةِ ، لأِنَّ اللَّبَنَ لَيْسَ بِمَالٍ فَلاَ يَجُوزُ بَيْعُهُ

“Tidak boleh menjual ASI menurut ulama Hanafiyah dan sekolompok ulama Hanabilah. Hal ini karena susu bukan bagian dari harta sehingga tidak boleh menjualnya.”

Dengan demikian, jika mengikuti pendapat ulama Malikiyah dan Syafiiyah, dan ini adalah pendapat yang paling sahih, ASI boleh dan sah dijual, baik dalam bentuk kemasan maupun berupa keju dan es krim. Sementara ulama Hanafiyah tidak membolehkan menjual ASI.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here