Bukan Hanya dengan Ucapan, Ini Cara Bersyukur dengan Perasaan dan Perbuatan

0
7491

BincangSyariah.Com – Lawan kata dari kufur nikmat adalah syukur. Kufur nikmat artinya mengingkari nikmat yang telah diberikan oleh Allah Swt. Baik nikmat sehat, akal, sempat, rumah, jabatan, dan lain sebagainya. Karena jika nikmat Allah Swt. pada manusia akan dihitung, niscaya tidak akan menemukan jalan di dalamnya. Tidak akan ada yang mampu menghitung nikmat-Nya. Allah Swt. berfirman dalam QS. An-Nahl (16) : 8:

وَاِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَةَ اللّٰهِ لَا تُحْصُوْهَا ۗاِنَّ اللّٰهَ لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, Allah benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Baik dari nikmat yang terkecil, misal bisa berkedip, sampai nikmat yang terbesar, misal adanya iman dan islam dalam hati, adalah nikmat yang wajib disyukuri. Karena rasa syukur itu adalah sebuah perintah dan pengakuan diri atas nikmat Allah. Lagi pula, dengan bersyukur nikmat bisa bertambah, baik bertambah dari segi jumlah atau keberkahannya. Sebaliknya, jika kita mengingkari nikmat, maka bersiap-siaplah mandi murka Allah Swt.

Allah Swt. berfirman dalam QS.  Ibrohim (14) : 7:

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”

Dalam Tafsir Jalalain Juz 1, hal. 207, nikmat Allah Swt. yang amat patut disyukuri adalah nikmat iman dan amal kebaikan. Dalam artian, bukan hanya harta saja yang wajib disyukuri, menjadi orang yang beriman juga wajib disyukuri. Menjadi hamba yang taat pada perintah Allah, misalkan masih rajin sholat lima waktu, itu merupakan nikmat yang wajib disyukuri.

Baca Juga :  Dua Kenikmatan dari Allah yang Sering Disia-siakan Manusia

Cara mensyukuri nikmat Allah Swt. ada tiga sebagaimana yang terdapat dalam Kitab Mukasyafatul Qulub, hal. 154-155,

Pertama, dengan perasaan atau hati. Bagaimana cara hati kita bersyukur atas nikmat Allah Swt.? Banyak cara. Salah satunya adalah dengan senantiasa bermaksud untuk berbuat kebaikan dan menyembunyikannya dari orang lain. Dalam artian tidak perlu pengumuman hanya untuk berbuat baik. Baik lewat FB, WA, IG, dan lain sebagainya.

Kedua, dengan ucapan. Salah satu ucapan yang menandakan rasa syukur adalah memperbanyak tahmid. Yakni membaca alhamdulillah. Baik sehabis mendapatkan kenikmatan yang nampak atau tidak. Misalkan setelah makan kita ucapkan hamdalah. Baru bangun tidur kita baca hamdalah. Bukan berarti untuk bersyukur harus nunggu makan atau tidur. Dalam setiap kesempatan kita terus membasahi lisan dengan rasa syukur.

Ketiga, dengan perbuatan. Misalkan nikmat sehat, maka kita gunakan kesehatan badan dan pikiran untuk hal-hal yg bermanfaat. Untuk berbuat ketaatan kepada Allah Swt. Kita gunakan mata untuk melihat ayat-ayat alquran dan menghindarkannya dari melihat maksiat. Kita gunakan telinga untuk mendengarkan ceramah para guru dan kiai. Bukan untuk mendengarkan gosip atau ghibah. Kita ringankan kaki untuk melangkah ke masjid. Kita ringankan tangan untuk bersedekah.

Semua ini sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat sehat yang telah Allah berikan pada kita. Karena di luar sana banyak orang yang tidak bisa melihat, tidak bisa mendengar, tidak bisa jalan, dan memiliki banyak kekurangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here