Budi Pekerti yang Harus Dimiliki Oleh Peserta Didik

0
99

BincangSyariah.Com – Akhlak atau budi pekerti atau moral merupakan sifat dasar dalam diri seseorang dan akan tampak melalui kehendak atau kelakuan tanpa keterpaksaan. Akhlak juga dapat diartikan sebagai kondisi mental yang dapat dicapai setelah berulang-ulang membiasakan diri melakukan sesuatu. Jadi dalam hal ini akhlak dapat ditumbuhkan, ataupun dibentuk. Maka dari itu, tak heran jika ada orang yang memiliki akhlak yang buruk dan akhlak yang baik. Bahkan ada pula seseorang yang mengalami kemrosotan akhlak.

Memang benar jika Nabi Muhammad SAW diutus oleh Allah ke bumi ini untuk menyempurnakan akhlak. Karena pada dasarnya akhlak sangatlah penting untuk menentukan kedamaian dan keharmonisan di dunia ini. Apalagi bagi oarng yang sedang menuntut ilmu, akhlak yang baik sangat dibutuhkan untuk mencapai kesempurnaan ilmu. Oleh karena itu, peserta didik sangat dianjurkan untuk memiliki akhlak yang baik.

Akhlak Peserta Didik

Peserta didik atau yang sering disebut dengan murid dapat dipahami sebagai penuntut ilmu dan orang yang bersedia belajar dengan memiliki tekat kuat atau sungguh-sungguh. Dalam mencari ilmu, peserta didik perlu memperhatikan hal-hal yang dapat menunjang tercapainya ilmu yang sempurna selain rajin belajar, yaitu akhlak atau moral atau budi pekerti.

Adapun akhlak yang seharusnya dimiliki oleh peserta didik dalam menuntut ilmu menurut M. Quraish Shihab dalam Yang Hilang dari Kita: Akhlak (2016) yaitu : pertama, menyingkirkan akhlak buruk dan menghiasi diri dengan budi pekerti atau akhlak. Karena budi pekerti mendahului ilmu. Kalau terpaksa harus memilih ilmu dan budi pekerti, maka pilihlah budi pekerti. Karena budi pekerti tanpa ilmu bisa mendorong untuk meraih ilmu. Sedangkan ilmu tanpa budi pekerti dapat mendorong keculasan dan keangkuhan.

Kedua, mengurangi sedapat mungkin hal-hal yang dapat menghambat perolehan ilmu, agar waktu lebih banyak digunakan untuk belajar. Dalam hal ini, bukan berarti peserta didik tidak boleh bermain. Akan tetapi alangkah baiknya jika bermain yang berbau edukatif. Karena pada dasarnya akhlak atau budi pekerti dapat juga dimunculkan dari permainan.

Ketiga, jangan angkuh, baik terhadap guru maupun ilmu. Peserta didik yang dalam proses menuntut ilmu sebisa mungkin bahkan dianjurkan untuk tidak angkuh atau sombong terhadap ilmu yang telah dimilikinya dan juga kepada gurunya.

Jika pun peserta didik merasa lebih mengetahui dari pada guru tentang materi atau informasi yang akan dipelajari, maka tidak sepatutnya peserta didik meremehkan guru dan menganggap guru tidak bisa. Maka yang harus peserta didik lakukan adalah tetap rendah hati dan menghormati guru. Karena ilmu bersifat terus berkembang, apa yang peserta didik ketahui sekarang benar, bisa jadi besok salah, dan di atas setiap yang berilmu ada yang melebihinya.

Melihat kondisi peserta didik di era sekarang ini, yang tampaknya semakin mengikis budi pekerti adalah berlaku tidak sopan kepada guru. Maka perlulah ada tindakan yang dapat menumbuhkan lagi akhlak yang seharusnya dimiliki oleh peserta didik, sebagaimana keterangan di atas. Oleh sebab itu, untuk menumbuhkan atau selebihnya memperbaiki budi pekerti peserta didik, perlu pengawasan terutama dari kalangan keluarga.

Orang tua dalam hal ini memiliki peran penting untuk memperbaiki budi pekerti peserta didik yang mulai terkikis. Mengatur waktu belajar dan bermain anak, serta memperhatikan dan mengawasi pergaulan anak di luar rumah. Di samping itu, keluarga khususnya orang tua dapat menjadi contoh untuk anak-anaknya.

Selain orang tua, guru juga berperan penting. Kerena guru juga mempengaruhi budi pekerti peserta didik. Guru seharusnya memiliki budi pekerti yang lebih luhur daripada peserta didik, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Sehingga tidak muncul rasa angkuh dari peserta didik, tetapi yang muncul adalah rasa kagum, hormat, dan patuh dari peserta didik kepada guru. Sehingga guru dapat menjadi tauladan yang baik untuk peserta didik.

Dengan demikian yang perlu digaris bawahi adalah peserta didik merupakan benih yang nantinya akan menjadi aset negara, dan akhlaklah yang akan membawanya menjadi aset yang berharga. Maka dari itu moral peserta didik yang telah merosot atau mengarah kepada kemrosotan segeralah ditangani, terkhusus untuk keluarga, orang tua, guru yang memiliki keterlibatan khusus dengan peserta didik untuk lebih memantau. WaAllahu a’lamu bi ash-showaab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here