Bolehkah Tunanetra Mengumandangkan Azan?

0
252

BincangSyariah.Com – Dalam Islam, bolehkah tunanetra menjadi muazin di suatu masjid tertentu?

Jika tunanetra tersebut bisa mengetahui masuknya waktu salat dengan baik, maka dia boleh mengumandangkan azan. Atau tidak mengetahui masuknya waktu salat dengan baik tapi ada orang yang mengingatkan masuknya waktu salat, maka dia juga boleh mengumandangkan azan.

Kebolehan tunanetra menjadi muazin ini adalah karena Nabi saw yang melakukannya. Salah satu muazin Nabi saw ada yang tunanetra, yaitu Abdullah Ibnu Ummi Maktum. Dalam hadis riwayat Imam Muslim dari Abdullah bin Umar, dia berkata;

كَانَ لِرَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  مُؤَذِّنَانِ بِلالٌ وَابْنُ أُمِّ مَكْتُومٍ الأَعْمَى، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  : إِنَّ بِلالاً يُؤَذِّنُ بِلَيْلٍ، فَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يُؤَذِّنَ ابْنُ أُمِّ مَكْتُومٍ

“Dahulu Rasulullah saw  memiliki dua muazin, Bilal dan Ibnu Ummi Maktum yang buta. Beliau bersabda, ‘Sesungguhnya Bilal akan mengumandangkan azan di waktu malam, maka makan dan minunlah kalian sampai Ibnu Ummi maktum mengumandangkan azan.’”

Juga disebutkan dalam hadis riwayat Imam Bukhari dari Abdullah bin Umar berkata bahwa Nabi saw bersabda;

إن بلالا يؤذن بليل فكلوا واشربوا حتى ينادي ابن أم مكتوم ثم قال وكان رجلا أعمى لا ينادي حتى يقال له أصبحت أصبحت

“Sesungguhnya Bilal mengumandangkan azan di waktu malam, maka makan dan minumlah kalian sampai Ibnu Ummi Maktum mengumandangkan azan. Kemudian Ibnu Umar berkata, ‘Ibnu Ummi Maktum adalah orang buta yang tidak akan mengumandangkan azan hingga ada orang yang mengatakan kepadanya, ‘Waktu Subuh telah tiba, waktu Subuh telah tiba.’”

Sebaliknya, jika tunanetra tidak mengetahui masuknya waktu salat dengan baik, atau tidak ada orang yang mengingatkannya, maka sebaiknya tidak menjadi muazin. Karena dikhawatirkan akan keliru dalam menentukan waktu masuknya salat.

Baca Juga :  Apakah Amaliah yang Tidak Dilakukan Rasulullah Termasuk Dalil Syari?

Namun jika melihat perkembangan teknologi saat ini, maka orang buta sangat mungkin untuk mengetahui waktu salat dengan baik dengan menggunakan alat yang bisa membantu untuk mengetahui masuknya waktu salat. Karena itu, tidak ada halangan bagi orang buta untuk menjadi muazin di suatu masjid tertentu, terutama jika dia memiliki kelebihan suara yang bagus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here