Bolehkah Tidak Menghadiri Walimah karena Tidak Punya Uang?

1
1214

BincangSyariah.Com – Ada pertanyaan yang maksud ke redaksi bincangsyariah.com. Bolehkah seseorang tidak menghadiri walimah karena tidak punya uang untuk memberikan amplop ucapan terima kasih. Kita semua tahu, bahwa diantara kebiasaan yang ada di Indonesia ketika diundang menghadiri sebuah walimah/acara pernikahan, kita biasanya menyiapkan amplop dengan berisi sejumlah uang. Nantinya, uang itu dimasukkan ke dalam kotak yang sudah disediakan. Sebagian orang – termasuk saya kira diri saya sendiri – akan menyesuaikan jumlah nominalnya dengan kualitas walimah yang dilaksanakan. Tapi, bagaimana jika seseorang tidak menghadiri walimah karena tidak punya uang?

Walimah yang secara bahasa sebenarnya setara dengan istilah di Indonesia « tasyakuran », disunahkan untuk didatangi. Para ulama mendasari pendapati ini dengan sebuah hadis yang statusnya muttafaqun ‘alaih,

إذا دعي أحدكم إلى الوليمة فليجب

Ketika seseorang diundang untuk menghadiri walimah, maka penuhilah

Menurut Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim, hadis ini melahirkan tiga pendapat terkait apa implikasi dari perintah mendatangi walimah tersebut. Apakah implikasinya fardhu ‘ayn, fardhu kifayah, atau mandub (sunnah). Menurut Imam an-Nawawi, hukumnya adalah sunnah untuk kasus walimah pernikahan dan ada perbedaan pendapat untuk selain walimah pernikahan.

Sementara, diantara uzur yang dibolehkannya seseorang untuk tidak menghadiri walimah adalah banyaknya uang yang dihabiskan untuk menghadiri walimah tersebut dan yang diundang tidak mempunyai kecukupan untuk memenuhinya. Menurut Syaikh Bin Baz, tidak menghadiri walimah karena menyulitkan yang diundang termasuk diantara uzur Syar’i.

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyebutkan beberapa al-a’dzaar (alasan-alasan yang menggugurkan) kehadiran walimah, yaitu,

وأما الأعذار التي يسقط بها وجوب إجابة الدعوة أو ندبها فمنها أن يكون في الطعام شبهة، أو يخص بها الأغنياء، أو يكون هناك من يتأذى بحضوره معه، أو لا تليق به مجالسته، أو يدعوه لخوف شره، أو لطمع في جاهه، أو ليعاونه على باطل

Baca Juga :  Cara Nabi Saw Membangun Komunikasi dengan Pihak Oposisi

Hal-hal yang menggugurkan kewajiban atau kesunahan menghadiri undangan adalah, pada makanannya ada syubhat (tidak jelas apakah haram atau tidak); hanya khusus bagi orang-orang kaya, ada yang menyakiti jika ia hadiri, atau tidak pantas ia berada di majlis walimah tersebut, khawatir akan keburukan pada walimah tersebut, atau nanti menjadi mengharap-harap pujian, atau malah menjadi ajang membantu kebatilan.

Wallahu A’lam

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here