Bolehkah Salat Gunakan Pakaian yang Dipakai Ketika Hubungan Intim?

1
2188

BincangSyariah.Com – Bagi suami dan istri yang sudah melakukan hubungan badan, mereka sering mengalami keraguan terkait kesucian pakaian yang digunakan saat berhubungan badan. Sehingga umumnya mereka tidak mau menggunakan pakaian yang digunakan berhubungan badan atau jima’ untuk shalat. Sebenarnya, bagaimana hukum shalat menggunakan pakaian yang dipakai ketika jima,’ apakah boleh dan sah?

Shalat dengan menggunakan pakaian yang dipakai ketika jima’ hukumnya boleh dan sah selama pakaian tersebut suci dari najis. Jika pakaian tersebut tidak terkena sesuatu yang najis, meskipun telah digunakan saat jima’, maka boleh digunakan untuk shalat dan shalatnya dinilai sah.

Hal ini sebagimana disebutkan oleh Imam al-Mawardi dalam kitab al-Hawi al-Kabir berikut;

قال الشافعي ، رضي الله عنه : ويجوز أن يصلى بثوب الحائض ، والثوب الذي جامع فيه الرجل أهله

“Imam Syafii berkata-semoga Allah meridhainya-; boleh seseorang shalat dengan pakaian haidh (yang dipakai ketika haidh), dan pakaian yang digunakan saat seseorang menjima’ istrinya.”

Kebolehan ini berdasarkan hadis riwayat Imam Abu Daud dari Mu’awiyah bin Abu Sufyan, dia berkata;

أنه سأل أخته أم حبيبة زوج النبي صلى الله عليه وسلم هل كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يصلي في الثوب الذي يجامع فيه قالت نعم إذا لم يكن فيه أذى

“Sesungguhnya dia (Mu’awiyah bin Abu Sufyan) pernah bertanya pada saudarinya, Ummi Habibah, istri Nabi Saw; ‘Apakah Rasulullah Saw shalat dengan menggunakan pakaian yang dibawa jima’?’ Ummu Habibah menjawab, ‘Iya, jika pakaian tersebut tidak terkena najis.’”

Melalui hadis ini dapat diketahui bahwa shalat dengan menggunakan pakain yang dipakai ketika jima’ hukum tidak masalah. Bahkan Nabi Saw sendiri pernah shalat dengan pakaian yang beliau pakai ketika melakukan hubungan badan dengan istrinya.

Baca Juga :  Hubungan Intim Tanpa Orgasme, Tetapkah Wajib Mandi Junub?

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here