Bolehkah Perempuan Haid Ziarah Kubur?

0
437

BincangSyariah.Com – Ziarah kubur termasuk amalan ibadah yang dianjurkan dalam Islam. Dengan melakukan ziarah kubur, diharapkan agar kita bisa mempersiapkan bekal kehidupan akhirat. Karena tujuan ini, maka ziarah kubur dianjurkan tidak hanya untuk laki-laki saja, tapi juga kepada perempuan. Lantas bagaimana jika perempuan tersebut dalam keadaan sedang haid, bolehkah dia ziarah kubur?

Dalam kitab Irsyadatus Saniyah disebutkan bahwa perempuan dianjurkan untuk menziarahi kuburan para nabi, para wali dan orang-orang saleh. Dan di dalam anjuran ziarah ini tidak ditemukan perbedaan antara perempuan yang sedang haid dan tidak. Ini menunjukkan bahwa ziarah kubur dibolehkan dan dianjurkan baik bagi perempuan yang sedang tidak haid maupun yang sedang haid.

Selain itu, ziarah kubur tidak termasuk bagian perkara yang haram dikerjakan oleh perempuan haid. Dalam kitab Safinatun Najah disebutkan, ada sepuluh perkara yang haram bagi perempuan haid, yaitu salat, thawaf, menyentuh mushaf, membawa mushaf, berdian di dalam masjid, membaca Alquran, puasa, thalaq, lewat di dalam masjid jika khawatir mengotori masjid dengan darahnya dan bercumbu pada bagian antara pusar dan lutut. Dari sepuluh perkara ini, terlihat jelas bahwa ziarah kubur tidak termasuk perkara yang dilarang dan diharamkan bagi perempuan haid.

Hanya saja, jika perempuan haid melakukan ziarah kubur, maka harus menghindari melakukan sepuluh perkara yang diharamkan di atas. Misalnya, saat ziarah dia tidak boleh membaca Yasin dan berdiam di masjid. Adapun jika hanya berdoa, membaca zikir dan tahlil, maka boleh dilakukan bagi perempuan haid saat ziarah kubur.

Oleh karena itu, boleh bagi perempuan untuk melakukan ziarah kubur, baik dalam keadaan suci dari haid atau tidak. Dalam sebuah hadis riwayat Imam Alhakim dalam kitab Almustadrak disebutkan;

Baca Juga :  Amalan Sunah saat Idulfitri

أَنَّ عَائِشَةَ أَقْبَلَتْ ذَاتَ يَوْمٍ مِنَ الْمَقَابِرِ فَقُلْتُ لَهَا: يَا أُمَّ الْمُؤْمِنِينَ، مِنْ أَيْنَ أَقْبَلْتِ؟ قَالَتْ: مِنْ قَبْرِ أَخِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ، فَقُلْتُ لَهَا: أَلَيْسَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ؟ قَالَتْ: نَعَمْ، «كَانَ قَدْ نَهَى، ثُمَّ أُمِرَ بِزِيَارَتِهَا

“Suatu hari Aisyah dating dari kuburan. Lalu aku bertanya, ‘Wahai Ummul Mukmunin, anda dari mana?.’ Dia menjawab, ‘Dari kuburan saudaraku, Abdurrahman bin Abu Bakar.’ Aku bertanya lagi padanya, ‘Bukankah Saw. telah melarang ziarah kubur?.’ Dia menjawab, ‘Benar, beliau memang dulu melarangnya kemudian beliau memerintahkannya.’”

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here