Hukum Orang Junub Ikut Tahlilan

2
2158

BincangSyariah.Com – Di kalangan masyarakat muslim Indonesia, ketika ada orang yang meninggal, biasanya diadakan acara tahlilan hingga tujuh hari. Pada acara tahlilan ini, yang dibaca adalah sebagian surah Al-Quran, seperti Al-Fatihah, ayat Kursi, dan lainnya, juga terdapat bacaan tasbih, tahlil, shalawat dan lainnya. Dalam acara tahlilan ini, bolehkah orang junub ikut tahlilan padahal orang junub tidak boleh membaca Al-Quran? (Baca: Hukum Mengadakan Peringatan Empat Puluh Harian)

Sebagian yang diharamkan bagi orang junub adalah membaca Al-Quran, sementara membaca dzikir seperti tasbih, tahmid, tahlil, doa, shalawat adalah boleh baginya. Boleh juga baginya membaca sebagian ayat atau surah Al-Quran yang dimaksudkan sebagai doa atau dzikir, bukan dimaksudkan membaca Al-Quran. (Baca: Tradisi Tahlil, Antara Ibadah Dan Taqlid Buta)

Oleh karena itu, jika orang yang junub mengikuti acara tahlilan, sementara ketika dia membaca ayat atau surah Al-Quran diniatkan sebagai dzikir, maka hukumnya boleh baginya. Dia tidak masalah mengikuti acara tahlilan dan membaca dzikir-dzikir tahlilan, dengan syarat ketika membaca ayat atau surah Al-Quran diniatkan sebagai membaca dzikir.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Hasyiayah Al-Bujairimi berikut;

يحل لمن به حدث اكبر اذكار القرآن و غيرها كمواعظه و اخباره و احكامه لا بقصد القرآن كقوله عند الركوب (سبحان الذي سخر لنا هذا و ما كنا له مقرنين) و عند المصيبة (إنا لله و إنا اليه راجعون) و ما جرى به لسانه بلا قصد فإن قصد القرآن وحده او مع الذطر حرم و ان اطلق فلا

Halal bagi orang yang sedang hadas besar membaca dzikir-dzikir Al-Quran dan lainnya, seperti peringatan-peringatannya, kabar-kabarnya (kisah-kisahnya), dan hukum-hukumnya tanpa niat membaca Al-Quran. Seperti ketika naik kendaraan membaca; Subhaanal ladzii sakhkhoro lanaa haadzaa wa maa kunna lahuu mukriniin, dan ketika musibah membaca; Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji’uun. Dan halal membaca sesuatu yang terbiasa pada lidahnya bermaksud membaca Al-Quran. Jika bermaksud membaca Al-Quran, atau bermaksud membaca Al-Quran dan dzikir, maka hukumnya haram. Dan jika memutlakkan, tidak bermaksud membaca keduanya, maka tidak haram.

Baca Juga :  Terbangun Karena Mimpi Buruk, Sebaiknya Lakukan 5 Hal Ini Sesuai Sunnah

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here