Bolehkah Orang Buta Mengumandangkan Azan?

0
389

BincangSyariah.Com – Dalam Islam, bolehkah orang buta menjadi muazzin di suatu masjid tertentu?

Jika orang buta tersebut bisa mengetahui masuknya waktu shalat dengan baik, maka dia boleh mengumandangkan azan. Atau tidak mengetahui masuknya waktu shalat dengan baik tapi ada orang yang mengingatkan masuknya waktu shalat, maka dia juga boleh mengumandangkan azan.

Kebolehan orang buta menjadi muazzin ini adalah karena Nabi Saw yang melakukannya. Salah satu muazzin Nabi Saw ada yang buta, yaitu Abdullah Ibnu Ummi Maktum. Dalam hadis riwayat Imam Muslim dari Abdullah bin Umar, dia berkata;

كَانَ لِرَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  مُؤَذِّنَانِ بِلالٌ وَابْنُ أُمِّ مَكْتُومٍ الأَعْمَى، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  : إِنَّ بِلالاً يُؤَذِّنُ بِلَيْلٍ، فَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يُؤَذِّنَ ابْنُ أُمِّ مَكْتُومٍ

“Dahulu Rasulullah Saw  memiliki dua muazzin, Bilal dan Ibnu Ummi Maktum yang buta. Beliau bersabda, ‘Sesungguhnya Bilal akan mengumandangkan azan di waktu malam, maka makan dan minunlah kalian sampai Ibnu Ummi maktum mengumandangkan azan.’”

Juga disebutkan dalam hadis riwayat Imam Bukhari dari Abdullah bin Umar berkata bahwa Nabi Saw bersabda;

إن بلالا يؤذن بليل فكلوا واشربوا حتى ينادي ابن أم مكتوم ثم قال وكان رجلا أعمى لا ينادي حتى يقال له أصبحت أصبحت

“Sesungguhnya Bilal mengumandangkan azan di waktu malam, maka makan dan minumlah kalian sampai Ibnu Ummi Maktum mengumandangkan azan. Kemdudian Ibnu Umar berkata, ‘Ibnu Ummi Maktum adalah orang buta yang tidak akan mengumandangkan azan hingga ada orang yang mengatakan kepadanya, ‘Waktu Shubuh telah tiba, waktu Shubuh telah tiba.’”

Sebaliknya, jika orang buta tidak mengetahui masuknya waktu shalat dengan baik, atau tidak ada orang yang mengingatkannya, maka sebaiknya tidak menjadi muazzin. Karena dikhawatikan akan keliru dalam menentukan waktu masuknya shalat.

Baca Juga :  Mengapa Telinga Bayi yang Baru Dilahirkan Perlu Diazani?

Namun jika melihat perkembangan teknologi saat ini, maka orang buta sangat mungkin untuk mengetahui waktu shalat dengan baik dengan menggunakan alat yang bisa membantu untuk mengetahui masuknya waktu shalat. Karena itu, tidak ada halangan bagi orang buta untuk menjadi muazzin di suatu masjid tertentu, terutama jika dia memiliki kelebihan suara yang bagus.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here