Bolehkah Non-Muslim Mengelola Harta Wakaf?

0
860

BincangSyariah.Com – Pada umumnya, barang wakaf dikelola oleh orang-orang muslim atau instansi dan organisasi berasas Islam. Ini bisa dimaklumi karena barang wakaf kebanyakan berasal dari orang-orang muslim dan peruntukannya juga kebanyakan kepada orang-orang muslim. Namun bagaimana jika non-muslim atau instansi yang tidak berasaskan Islam mengelola harta wakaf, apakah boleh?

Mengenai masalah ini, terdapat perbedaan pendapat di kalangan para ulama. Menurut ulama Hanabilah, jika penerima wakaf beragama Islam, atau secara sosial-kolektif barang wakaf dimanfaatkan dan digunakan oleh orang-orang Islam, maka pengelola wakaf disyaratkan harus beragama Islam. (Baca: Wakaf Tanah dari Non-Muslim untuk Masjid, Boleh Diterima?)

Oleh karena itu, non-muslim tidak boleh mengelola wakaf masjid, pesantren, dan lainnya. Ini disebabkan karena penerima wakaf hanya orang-orang muslim saja, sementara non-muslim tidak. Baik wakaf tersebut berasal dari orang muslim atau non-muslim, jika penggunaannya hanya dimanfaatkan oleh orang-orang muslim, maka non-muslim tidak boleh mengelolanya.

Adapun jika barang wakaf secara khusus diperuntukkan kepada orang-orang non-muslim, atau diwakafkan pada orang non-muslim secara individual, maka non-muslim boleh mengelolanya.

Sementara menurut ulama Hanafiyah, pengelola wakaf tidak disyaratkan harus beragama Islam. Karena itu, jika non-muslim mengelola barang wakaf, baik wakaf tersebut berasal dari orang muslim atau non-muslim, digunakan hanya oleh orang-orang muslim, terlebih lagi jika hanya digunakan oleh non-muslim, maka dia boleh mengelolanya. Ini karena beragama Islam bukan syarat bagi pengelola wakaf.

Ini sebagaimana disebutkan oleh Syaikh Wahbah Al-Zuhaili dalam kitab Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu berikut;

الثالث الاسلام ان كان الموقوف عليه مسلما اوكانت الجهة كمسجد او نحوه لقوله تعالى : ولن يجعل الله للكافرين على المؤمنين سبيلا. فان كان الوقف على كافر معين جاز شرط النظر فيه لكافر هذا ما ذكره الحنابلة. ولم يشترط الحنفية الاسلام في الناظر

Baca Juga :  Wakaf Uang dalam Pandangan Hukum Islam

Syarat pengelola wakaf yang ketiga adalah beragama Islam, jika penerima wakaf adalah muslim, atau secara sosial digunakan orang muslim, seperti masjid atau lainnya. Ini berdasarkan firman Allah; Allah tidak memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk orang-orang beriman. Jika wakaf untuk non-muslim secara khusus, maka boleh bagi non-muslim untuk mengelolanya. Ini yang disebutkan oleh ulama Hanabilah. Sementara ulama Hanafiyah tidak menyaratkan harus Islam bagi pengelola wakaf.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here