Bolehkah Mengucapkan dan Menjawab Salam Selain Bahasa Arab?

0
17

BincangSyariah.Com – Ketika kita berjumpa dengan orang lain, maka kita dianjurkan untuk saling mengucapakan salam, baik terhadap orang yang kita kenal atau tidak. Umumnya, seorang muslim ketika mengucapkan salam, ia akan menyampaikan dalam bahasa Arab As-Salaamu ‘alaykum. Begitu juga ketika menjawabnya, kita memakai bahasa Arab berupa ucapan wa’. Namun bagaimana hukumnya jika kita mengucapkan dan menjawab salam dengan selain bahasa Arab, apakah boleh?

Di antara tujuan dianjurkan mengucapkan dan menjawab salam adalah agar kita saling mendoakan, saling menghormati dan saling mencintai terhadap orang lain. Ini sebagaimana ditegaskan dalam hadis riwayat Imam Muslim dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Nabi Saw. bersabda;

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لا تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا أَوَلا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ ؟ أَفْشُوا السَّلامَ بَيْنَكُمْ

Demi Dzat yang jiwaku ada dalam kekuasaannya, kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Dan Kalian tidak akan beriman hingga kalian saling mencintai. Maukah kalian aku beritahukan sesuatu yang jika kalian melakukannya, maka kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.

Karena tujuan salam adalah saling mendoakan, maka menurut para ulama tidak masalah salam diucapkan dengan selain bahasa Arab. Misalnya dengan bahasa Indonesia, bahasa Jawa dan lainnya. Selama salam tersebut mengandung doa keselamatan dan kebaikan untuk orang lain, maka ia boleh diucapkan dengan bahasa selain bahasa Arab.

Begitu juga menjawabnya, boleh dengan bahasa selain bahasa Arab. Karena itu, jika ada orang lain mengucapkan salam kepada kita dengan menggunakan bahasa Arab, maka kita boleh menjawabnya dengan bahasa Indonesia, bahasa Jawa dan lainnya.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

السَّلاَمُ وَرَدُّهُ بِالْعَجَمِيَّةِ كَالسَّلاَمِ وَرَدِّهِ بِالْعَرَبِيَّةِ، لأِنَّ الْغَرَضَ مِنَ السَّلاَمِ التَّأْمِينُ وَالدُّعَاءُ بِالسَّلاَمَةِ وَالتَّحِيَّةُ، فَيَحْصُل ذَلِكَ بِغَيْرِ الْعَرَبِيَّةِ، كَمَا يَحْصُل بِهَا

Mengucapkan salam dan menjawabnya dengan bahasa non-Arab sama seperti mengucapkan salam dan menjawabnya dengan bahasa Arab. Ini karena tujuan salam adalah mendoakan keselamatan dan penghormatan. Dan itu bisa terwujud dengan selain bahasa Arab sebagaimana terwujud dengan bahasa Arab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here