Bolehkah Mengharapkan Kematian Pada Diri Sendiri?

3
2579

BincangSyariah.Com Selama ini tidak sedikit orang yang menganggap bahwa kematian adalah sebuah kemalangan, nasib buruk dan puncak sebuah kesusahan atau pergumulan. Oleh karenanya bagi sebagian orang kematian di anggap sebagai “momok” yang menakutkan.

Namun ternyata ada sebagian manusia yang  justru sedang mengharapkan hadirnya kematian. Sebab banyak musabab, diantaranya adalah ketika tumpukan harapan semuanya menjadi kesialan.

Sebenarnya kematian adalah bagian yang terangkai dari kehidupan. Ketika Allah menganugerahkan kehiduapan kepada manusia, maka hendaklah sadar bahwa kehidupan ini bukan tanpa batas. Tidak perlu berharap untuk dipercepat kematiannya, sebab Allah sudah mengatur waktu terbaik menurut-Nya. Dunia tak sekejam ibu tiri dalam perfilman. Jiika ada yang tidak beres dalam kehidupan, minta bantuan sajalah pada Allah. Dia yang memiliki segalanya di dunia, dari ujung ke ujung. Bukan langsung mengharapkan kematian karena banyaknya sakit hati. Diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَتَمَنَّيَنَّ  أَحَدٌ مِنْكُمُ المَوْتَ لِضُرٍّ نَزَلَ بِهِ، فَإِنْ كَانَ لاَ بُدَّ مُتَمَنِّيًا لِلْمَوْتِ فَلْيَقُلْ: اللَّهُمَّ أَحْيِنِي مَا كَانَتِ الحَيَاةُ خَيْرًا لِي، وَتَوَفَّنِي إِذَا كَانَتِ الوَفَاةُ خَيْرًا لِي

Janganlah salah seorang di antara kalian berangan-angan untuk mati karena musibah yang menimpanya. Kalau memang harus berangan-angan, hendaknya dia mengatakan, “Ya Allah, hidupkanlah aku jika kehidupan itu baik untukku. Dan matikanlah aku jika kematian itu baik bagiku.” (HR. Bukhari Muslim)

Keterangan tersebut memaparkan bahwa untuk sekedar mengharapkan kematian pada diri sendiri itu tidak dianjurkan, bahkan dilarang oleh Rasulullah. Kembalikan setiap rasa yang tidak nyaman kepada sang penciptanya, terkadang Allah hanya ingin menguji hamba-Nya semata lewat musibah itu. Allah berharap manusia bisa banyak belajar dan semakin tangguh dengan melewati berbagai musibah itu, bukan putus asa dan berangan-angan untuk mati saja.

Baca Juga :  Kematian Pintu Pertama Menuju Akhirat, Kita Harus Persiapkannya

Dalam riwayat dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَا يَتَمَنَّى أَحَدُكُمُ الْمَوْتَ، وَلَا يَدْعُ بِهِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَهُ

Janganlah seseorang mengharapkan kematian dan janganlah berdoa meminta mati sebelum datang waktunya.” (HR. Muslim)

Teks yang berbeda, namun makna yang sama. Rasulullah melarang umatnya untuk mengharapkan kematian dan berdoa untuk dipercepat bertemu dengan kematian. kematian adalah kepastian. Jika telah ditetapkan waktunya, tak ada satu makhluk satu pun ayng mampu menagguhkannya.

Rasanya tidak perlu berharap untuk sebuah kematian, sebab Allah sudah mengatur semua tentang kematian setiap makhluk-Nya. Mempersiapkan diri untuk menyambut kematian dengan memeperbanyak amal saleh jauh lebih baik daripada memperbanyak doa untuk dipercepat bertemu dengan kematian itu sendiri.

3 KOMENTAR

  1. Buat ap kita hidup jika harus mengalami kemiskinan yang berlarut” Meskipun sudah kerja setengah mati, tetap saja miskin di bully di hina, hanya karna miskin knapa yang maha Kuasa memberikan hal ini kepada saya, saya amat sangat mengharapkan kematian saya, tpi kena kepa saya masih di beri nafas

  2. sama bro, aku juga mikir seperti itu.
    lebih baik mati saja daripada jadi beban keluarga dan negara.
    saya gak mau bunuh diri, cuma mau cepet mati aja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here