Bolehkah Menggantikan Lempar Jumrah untuk Orang yang Sakit?

0
334

BincangSyariah.Com- Melakukan lempar jumrah adalah sebuah kegiatan yang merupakan bagian dari rukun beribadah haji. Lemparan jumrah dengan tujuh kali batu dalam tujuh kali lemparan diarahkan pada sebuah tiang tertentu. Kegiatan ini akan menguras banyak tenaga. Sebab ribuan manusia berkumpul dengan misi yang sama yaitu melempar jumrah. Dalam kondisi lapangan yang demikian ini kebugaran fisik jamaah menjadi pertimbangan yang sangat penting. Namun terkadang sakit itu tidak mengenal waktu dan tempat, sekalipun sudah melakukan berbagai cara untuk menjaga kebugaran tetap saja yang namanya sakit itu bisa datang.

Mengingat waktu melaksanakan jumrah ini terbatas, apakah boleh menggantikan lempar jumrah untuk orang yang sakit?

Menurut Madzhab Syafi’iyyah, dijelaskan di dalam kitab Al-Bayan, Juz 04, h.355 :

ومن عجز عن الرمي لمرض.. جاز له أن يستنيب من يرمي عنه بأجرة، أو بغير أجرة، سواء كان المرض ميئوسا من برئه، أو غير ميئوس من برئه. والفرق بينه وبين الحج، حيث قلنا: لا يجوز الاستنابة في الحج حتى ييأس من الحج بنفسه؛ لأن الحج فرض موسع الوقت، والرمي فرض مضيق الوقت، فلو منعناه من الاستنابة فيه.. ربما فات وقته قبل الرمي.

Jamaah haji yang tidak mampu melakukan jumrah dikarenakan sakit boleh digantikan oleh orang lain baik dengan ujrah (upah) atau pun tanpa dengan ujrah. Sama halnya sakit tersebut tergolong dapat diharapkan sembuhnya atau tidak (tetap boleh digantikan). Hal yang membedakan antara haji dan jumrah itu terletak pada waktunya. Ibadah haji memiliki waktu yang luas sedang jumrah waktunya singkat. Oleh sebab itu jika tidak boleh menggantikan pelemparan jumrah karena sakit akan mengakibatkan seringnya waktu melempar jumrah habis sebelum sempat melakukannya.

Baca Juga :  Budaya Titip Salam untuk Nabi Ketika Haji dan Umrah

Pendapat ini sudah cukup menjawab bahwa boleh menggantikan pelemparan umrah sebab sakit. Jika diamati secara teliti, pendapat di atas memiliki pertimbangan yang sangat baik dalam keputusan yang dibuatnya. Lebih memandang pada waktu yang terbatas tersebut, sehingga kemudian boleh melakukan istinabah atau pergantian dalam melaksanakan pelemparan jumrah. Dengan tujuan agar waktu jumrah tidak habis hanya karena menunggu sembuh.

Wallahu A’lam Bis Shawab……



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here