Bolehkah Menelan Sperma Pasangan?

0
20727

BincangSyariah.Com – Saat ini, di media sosial banyak dijumpai pertanyaan dari para netizen tentang hukum menelan sperma dalam pandangan Islam. Setelah ditelurusi, pertanyaan tersebut sebagian bermula dari postingan penelitian medis yang menyebutkan bahwa menelan sperma bisa menyebabkan peremajaan pada kulit dan mampu menjadi nutrisi bagi kesehatan tubuh. Sebenarnya, bagaimana hukum menelan sperma dalam Islam?

Terkait hukum menelan sperma, baik sperma sendiri maupun sperma pasangan, masih terjadi perbedaan pendapat di kalangan para ulama. Menurut pendapat yang sahih dan masyhur, menelan sperma hukumnya tidak halal. Meskipun secara materinya sperma dihukumi suci, namun tidak boleh menelannya karena dianggap menjijikkan. Setiap sesuatu yang menjijikkan tidak boleh dimakan, meskipun zatnya dihukumi suci.

Adapun menurut Syaikh Abu Zaid al-Maruzi, menelan sperma diperbolehkan karena sperma dihukumi suci dan tidak mengandung mudarat bagi tubuh ketika ditelan. Hal ini sebagaimana telah disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab al-Majmu berikut;

هَلْ يَحِلُّ أَكْلُ الْمَنِيِّ الطَّاهِرِ؟ فِيْهِ وَجْهَانِ. الصَّحِيْحُ الْمَشْهُوْرُ: أَنَّهُ لَا يَحِلُّ، لِأَنَّهُ مُسْتَخْبَثٌ، قَالَ تَعَالَى: وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ. وَالثَّانِيْ: يَجُوْزُ، وَهُوَ قَوْلُ الشَّيْخِ أَبِيْ زَيْدٍ الْمَرُوْزِيْ، لِأَنَّهُ طَاهِرٌ لَا ضَرَرَ فِيْهِ

“Apakah boleh memakan sperma yang suci? Ada dua pendapat; pendapat yang sahih dan masyhur adalah tidak halal, karena sperma dianggap menjijikkan. Allah Swt. berfirman, ‘Dan Allah mengharamkan pada mereka semua hal-hal yang menjijikkan.’ Pendapat kedua; boleh. Ini adalah pendapat Syaikh Abi Zaid al-Maruzi. Hal ini karena sperma itu suci dan tidak membahayakan.”

Dari dua pendapat di atas, yang paling sahih dan banyak diikuti oleh para ulama adalah keharaman menelan sperma. Bahkan Imam Malik, Abu Hanifah, al-Auza’i dan al-Tsauri berpendapat bahwa sperma adalah najis. Hanya mayoritas ulama Syafiiyah saja yang berpendapat bahwa sperma adalah suci.

Baca Juga :  Hukum Memberikan Daging Kurban Hanya pada Satu Orang

Dengan demikian, secara otomatis Imam Malik, Abu Hanifah, al-Auza’i dan al-Tsauri tidak membolehkan menelan sperma karena mereka menghukuminya sebagai sesuatu yang najis. Sementara kebanyakan ulama Syafiiyah, meskipun mereka menghukumi sperma sebagai sesuatu yang suci, namun mereka mengharamkan menelan sperma dengan alasan menjijikkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here