Bolehkah Memohon Ampunan untuk Kedua Orang Tua yang Non-Muslim?

0
1276

BincangSyariah.Com – Salah satu fitrah manusia adalah menyayangi kedua orang tua. Sehingga jauh dalam lubuk hati setiap anak akan selalu berharapan kebaikan untuk mereka dengan memohonkan ampun untuk mereka. Salah satunya yang pernah dilakukan Nabi Ibrahim. Namun para ahli ilmu meyakini bahwa Ayahanda Nabi Ibrahim adalah penyembah berhala dan bernama Azar. Pertanyaannya, bolehkah seorang Muslim memohonkan ampunan untuk kedua orang tuanya yang Nonmuslim?

Alkisah, Nabi Ibrahim telah berusaha menyadarkan sang ayah agar meninggalkan perkara yang dimurkai oleh Allah SWT tapi ia menolak ajakan Nabi Ibrahim. Di tengah keadaan tersebut beliau berdoa memohon ampunan kepada Allah untuknya, dalam Alquran dikatakan

رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ

Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mu’min pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)”. (QS. Ibrahim; 41)

Ayat di atas merupakan doa agung yang diajarkan oleh Nabi Ibrahim. Beliau melantunkannya untuk memohon ampun bagi orang tuanya yang ketika itu tidak beriman kepada Allah Swt. Nabi Ibrahim memohon ampun untuk orang tuanya karena kedudukan mereka yang mulia, dimana kerena kemuliaan tersebut setiap anak diwajibkan untuk berbakti kepada keduanya.

Akan tetapi tatkala sang ayah berkeras atas kekafirannya, maka Nabi Ibrahim tersadar dengan turunnya ayat berikut ini

وَمَا كَانَ اسْتِغْفَارُ إِبْرَاهِيمَ لِأَبِيهِ إِلَّا عَنْ مَوْعِدَةٍ وَعَدَهَا إِيَّاهُ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُ أَنَّهُ عَدُوٌّ لِلَّهِ تَبَرَّأَ مِنْهُ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ لَأَوَّاهٌ حَلِيمٌ

Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka, tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri dari padanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun. (QS. At-Taubah : 114)

Baca Juga :  Kritik Hadis Pembakaran Kaum Zindiq Oleh Ali Bin Abi Thalib (II)

Ayat di atas menunjukkan larangan memohonkan ampun untuk orang musyrik selama mereka tetap bersikeras dengan kekafiran mereka. Dosa akan tetap mereka pikul bahkan setelah mereka meninggal, kecuali mereka berserah diri kepada Allah.

Adapun yang diperbolehkan adalah mendoakan agar mereka mendapatkan hidayah dan menetapkan mereka dalam cahaya iman sebagaimana Imam Bukhari membahas hal tersebut dalam Shahij Bukhari yaitu nonmuslim berhak didoakan agar dikaruniai petunjuk yang dapat melunakkan hati mereka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here