Bolehkah Memegang Tasbih dengan Tangan Kiri Saat Berzikir?

0
4281

BincangSyariah.Com – Menggunakan tangan kanan dalam melakukan aktivitas kebaikan memang sangat dianjurkan dalam Islam. Hal ini sebagaimana sebuah hadis yang diriwayatkan dari Aisyah Ra. yang menceritakan demikian:

كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يُحِبُّ التَيَمُّنَ مَا اسْتَطَاعَ فيِ شَأْنِهِ كُلِّهِ؛ فيِ طُهُوْرِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَتَنَعُّلِهِ

Nabi Saw. itu menyukai menggunakan anggota tubuh kanannya pada setiap aktivitasnya selagi mampu, termasuk bersuci, bersisir, dan bersandal.

Selain menggunakan tangan kanan dalam beraktivitas positif, bolehkah menggunakan tangan kiri saat hendak memutar tasbih dalam berzikir?

Tangan kiri dalam bahasa Arab disebut dengan al-yad al-yusra. Makna dasar al-yusra adalah ‘memudahkan’. Artinya, fungsi tangan kiri itu membantu tangan kanan saat tidak lagi mampu membawa beban. Tidak ada larangan khusus menggunakan tangan kiri dalam memegang tasbih saat berzikir. Apalagi Nabi Muhammad saw. pernah menghitung ayat-ayat surah Alfatihah dengan tangan kiri sebagaimana dijelaskan Imam Abu ‘Amr al-Dani dalam al-Bayan fi ‘Add Ayil Quran:

وأخرج فيه عن أم سَلمَة رضي الله عنها: «أَن النَّبِي صلى الله عليه وآله وسلم كَانَ يعد ﴿بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ﴾ آيَةً فاصلة، ﴿الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ * الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ * مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ﴾ وَكَذَلِكَ كَانَ يَقْرؤها، ﴿إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ * اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ﴾ إِلَى آخرهَا سبع، وَعقد بِيَدِهِ الْيُسْرَى وَجمع بكفيه

Ummu Salamah menceritakan bahwa Nabi Muhammad saw. itu pernah menghitung bismillahir rahmanir rahim satu ayat sendiri, alhamdulillahi rabbil ‘alamin, arrahmanir rahim, maliki yaumid din sambil membacanya sampai iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in, ihdinas shirathal mustaqim sampai akhir ayat itu sebanyak tujuh ayat. Beliau menghitungnya dengan tangan kiri, dan menyatukannya dengan kedua telapak tangan.

Selain itu, Nabi saw. juga pernah berpesan untuk menggunakan jari-jemari untuk menghitung bilangan zikiran yang dibaca. Hal ini sebagaimana hadis riwayat Yusairah yang mendengar Rasulullah saw. bersabda:

Baca Juga :  Tips Menghadapi Santri yang Tidak Betah di Pesantren

«عَلَيْكُنَّ بِالتَّسْبِيحِ وَالتَّهْلِيلِ وَالتَّقْدِيسِ، وَاعْقِدْنَ بِالأَنَامِلِ فَإِنَّهُنَّ مَسْئُولَاتٌ مُسْتَنْطَقَاتٌ، وَلَا تَغْفُلْنَ فَتَنْسَيْنَ الرَّحْمَةَ»

Bertasbih, tahlil, dan sucikan Allah, dan hitunglah dengan jari- jemari kalian, karena jari-jemari itu akan ditanyai dan dapat berbicara. Janganlah kalian lalai, sehinggat tak mendapatkan rahmat Allah.

Dalam fatwa Darul Ifta al-Mishriyyah, hadis ini mengindikasikan redaksi umum untuk memanfaatkan jari-jemari, tanpat ada pengkhususan penggunaan jari-jemari tangan kanan atau tangan kiri. Oleh karena itu, hadis ini berlaku umum, dan kita boleh menggunakan tangan kiri dalam memutar kayu tasbih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here