Bolehkah Memberi Pinjaman Pada Non-Muslim?

0
728

BincangSyariah.Com – Hakikat memberi pinjaman adalah untuk membantu dan menolong orang lain. Kita sangat dianjurkan untuk membantu orang dengan memberi barang pinjaman yang dibutuhkan, terutama kepada sesama orang Muslim. Namun bagaimana jika memberi pinjaman pada nonmuslim, apakah boleh?

Dalam Islam, kita diperbolehkan untuk memberi pinjaman kepada nonmuslim, atau kita meminjam barang pinjaman kepada mereka. Kita tidak dilarang untuk berbuat baik kepada nonmuslim dalam bentuk mu’amalah, termasuk dengan memberi pinjaman kepada mereka. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surah al-Mumtahanah ayat 8 berikut;

لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

“Allah tidak melarang kalian dari orang-orang yang tidak memerangi kalian karena agama dan tidak pula mengusir kalian dari negeri kalian untuk berbuat baik dan berlaku adil kepada mereka. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.”

Selain itu, Nabi Saw pernah melakukan transaksi dengan orang Yahudi dalam bentuk akad gadai. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dari Sayidah Aisyah, dia berkisah;

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اشْتَرَى طَعَامًا مِنْ يَهُودِيٍّ إِلَى أَجَلٍ وَرَهَنَهُ دِرْعًا مِنْ حَدِيدٍ

“Nabi Saw pernah membeli makanan dari orang Yahudi yang akan dibayar pada masa yang akan datang, dan beliau menggadaikan baju besinya padanya (sebagai jaminan).”

Bahkan disebutkan dalam sebuah hadis bahwa Nabi Saw dan sahabatnya pernah melakukan wudhu dengan menggunakan bejana milik perempuan musyrik. Hadis dimaksud diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari ‘Imran bin Hushain, dia berkisah;

أَنَّ النَّبِيَّ – صلى الله عليه وسلم – وَأَصْحَابَهُ تَوَضَّئُوا مِنْ مَزَادَةِ امْرَأَةٍ مُشْرِكَةٍ.

Baca Juga :  Tradisi Maulid di Nusantara: Dialektika Agama dan Budaya Lokal

“Rasulullah Saw bersama para sahabatnya berwudhu dengan air dari bejana perempuan musyrik”

Juga disebutkan bahwa Nabi Saw pernah menerima undangan makan dari orang Yahudi. Dalam hadis riwayat Imam Ahmad dari Anas bin Malik, dia berkisah;

أَنَّ يَهُودِيًّا دَعَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى خُبْزِ شَعِيرٍ وَإِهَالَةٍ سَنِخَةٍ فَأَجَابَهُ

“Sesungguhnya ada seorang Yahudi mengundang Nabi Saw untuk bersantap roti gandum dengan acar hangat, dan Nabi  Saw pun memenuhi undangan tersebut.”

Dari keterangan di atas dapat kita ketahui bahwa berbuat baik kepada nonmuslim dengan memberikan barang pinjaman termasuk mu’amalah yang diperbolehkan. Kita tidak dilarang memberi pinjaman kepada nonmuslim, juga tidak dilarang meminjam barang pinjaman dari mereka.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here