Bolehkah Membawa Kambing ke Area Pemakaman?

0
428

BincangSyariah.Com – Kuburan merupakan salah satu tempat kemuliaan tersendiri bagi seorang Muslim yang bisa mendatangkan sebuah keberkahan. Dan sangat memungkinkan bisa mendatangkan malapetaka ketika kita tidak bisa memuliakan kuburan, lebih-lebih kuburannya seorang tokoh agama yang keilmuannya sangat mumpuni.

Maka seyogyanya kita sebagai orang Islam harus sebisa mungkin mungkin memuliakan kuburan. Tidak bertingkah sembarangan di maqbarah itu. Lebih-lebih sangat tidak elok jika mengotori kuburan apalagi perbuatan itu disengaja.

Misalkan, menggembala kambing di kuburan karena terdapat rumput yang banyak dan menghijau. Lantas bagaimana pandangan ulama tentang orang yang menggembala kambing di kuburan?

Memasukkan dan menggembala kambing atau binatang apapun di kuburan itu haram jika khawatir bisa mengotori dan menajisi kuburan. Kalau tidak, hukumnya makruh.

Sebagaimana disebutkan dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin, h. 94

إدخال الدواب التربة وإبطاءها القبور مكروه كراهة شديدة من وطء الأدمي. وقد قال غير واحد بحرمة الجلوس على القبر لحديث مسلم لكن حمله الجمهور على الجلوس لقضاء الحاجة. ولا شك أن من رأى دبة تبول على قبر يجب عليه زجرها وإن كانت غير مكلفة فهو مكلف. وتشتد الكراهة في قبر مشهور بالولاية أو العلم فكيف بالمشهور بالولاية أو العلم فكيف بالمشهور بهما كسيدة إسماعيل الحضرمي، بل يخاف على فاعل ذالك أن يكون من معاديهم المأذون بالحرب فى الحديث القدسي، لأن الميت يتأذى مما يتأذى منه الحي.

“Memasukkan atau menggembala binatang ke tanah kuburan dan menginjak tanah kuburan itu hukumnya sangat dimakruhkan bahkan lebih makruh ketimbang kemakruhan orang (anak Adam) yang menginjakkan kakinya sendiri (bertujuan mengotori kuburan). Dan banyak ulama berpendapat tentang keharaman duduk di atas kuburan berdasarkan hadis Imam Muslim. Tetapi jumhur ulama mengatakan haram duduk di tas kuburan jika untuk qodhi hajat (kencing/berak). Tidak perlu ragu bagi orang yang melihat hewan piaraan kencing di atas kuburan wajib mencegahnya, meskipun binatang itu bukan mukalafah (terbebani hukum) tapi orang yang melihat adalah mukalaf. Menjadi lebih parah kemakruhannya itu bila kuburannya itu kuburan orang terkenal/tokoh yang memiliki kekuasaan dan kekayaan ilmu (ulama). Apalagi dia terkenal dari keduanya (jadi penguasa dan ilmuan) seperti syekh Ismail al-hadromy, bahkan dikhawatirkan hal itu (pelakunya) termasuk penentang yang boleh diperangi menurut hadis qudsi, karena mayat akan merasa sakit seperti sakitnya orang hidup”

Oleh karenanya, kuburan merupakan persemaian awal untuk memasuki tempat yang hakiki (akhirat). Berhati-hatilah dalam melakukan sesuatu di kuburan, lebih-lebih menjaga kebersihan dan kesucian kuburan harus menjadi prioritas demi menghormati orang yang ada di dalam kuburan.

Baca Juga :  Hukum Mengebiri Hewan Ternak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here