Bolehkah Meletakkan Alquran di atas Lantai?

2
612

BincangSyariah.Com – Pada dasarnya tidak ada larangan untuk meletakkan Alquran di atas tanah atau lantai selama itu suci. Karena itu tidak masalah jika seseorang yang membaca ayat sajdah kemudian ketika ingin sujud ia meletakkan Alqurannya di atas lantai.

Sebagaimana diketahui, para ulama sepakat bahwa umat Islam dianjurkan untuk memuliakan dan menghormati Alquran, sebab di dalamnya tercatat kalamullah. Seperti dikatakan Imam Nawawi dalam kitab al-Tibyan,

وأجمعت الأمة على وجوب تعظيم القرآن على الإطلاق وتنزيهه وصيانته. اهـ

“Umat bersepakat atas wajibnya menghormati Alquran secara umum, mensucikannya dan menjaganya. Selesai.”

Karena itu para ulama berbeda pendapat akan kebolehan meletakkan di lantai begitu saja tanpa alasan, sebab adanya anjuran untuk memuliakan Alquran dalam firman Allah Swt berikut ini

ذَٰلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ

Demikianlah dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati. (QS. Al-Hajj: 32)

Ulama mazhab Malikiyah dan Syafi’iyah  berpendapat tidak boleh meletakkan di atas begitu saja. Syeikh Muhammad bin Sulaiman al-Bujairimi al-Syafi’i dalam Hasyiyahnya bahkan menyatakan haram paling tidak harus meletakkannya di tempat yang lebih tinggi meski hanya sejengkal. Sedang dalam Fathul ‘Ali bi Jam’i Khilaf Baina Ibn Hajar wa Ramli karangan Syeikh Umar bin Habib Ahmad Bafaraj Ba’alawi, dikatakan bahwa meletakkan Alquran di atas lantai dengan alas itu tercela sedangkan tanpa alas terlarang.

Jadi, meletakkan Alquran di tempat yang lebih tinggi merupakan salah satu bentuk dari pada memuliakan Alquran. Imam al-Qurthubi dalam tafsirnya menjelaskan beberapa gambaran cara memuliakan Alquran dalam rangka menjaga kemuliaan dan kesucian Alquran itu sendiri, yaitu:

ومن حرمته إذا وضع المصحف أن لا يتركه منشورًا، وألاّ يضع فوقه شيئًا من الكتب، حتى يكون أبدًا عاليًا لسائر الكتب علمًا كان أو غيره، ومن حرمته أن يضعه في حجره إذا قرأه، أو على شيء بين يديه، ولا يضعه على الأرض ومن حرمته أن لا يتوسّد المصحف، ولا يعتمد عليه، ولا يرمي به إلى صاحبه إذا أراد أن يناوله … ومن حرمته أن لا يكتب على الأرض.. وقد وصفه الله بأنه في كتاب مكنون، لا يمسه إلاّ المطهرون.

Baca Juga :  Menakar Fatwa Hari Ibu Ala Khalid Basalamah

Termasuk menghormati Alquran, jika hendak meletakkan mushaf jangan meninggalkannya dengan tidak rapi. Juga jangan meletakkan di atasnya buku yang lain, sehingga Alquran selalu berada di atas buku apapun. Termasuk memuliakan Alquran, meletakkan di pangguan ketika membacanya, atau di tangan dan jangan meletakkannya di atas tanah. Termasuk menghormati Alquran, hendaknya jangan menjadikannya bantal, menjadikannya sandaran, dan jangan pula melemparkannya pada pemiliknya jika ia hendak mengambilnya. Jangan pula menuliskan Alquran di atas tanah sebab Allah menggambarkan bahwa Alquran adalah kitab yang terpelihara dan tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang suci.”

Imam Qurthubi juga menceritakan karena sangat ingin memuliakan Alquran, Abu Musa malu jika sehari berlalu tanpa ia menyapa, menyentuh dan melihat Alquran, “Aku sungguh malu di hadapan Tuhan, jika sehari saja aku melewatkan hari tanpa Alquran,” katanya.

2 KOMENTAR

  1. tidak boleh menyentuh al quran kecuali orang orang yg suci.saya mau bertanya yg di maksut orang orang yg suci itu siapa???

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here