Bolehkah Daging Babi Diberikan Pada Hewan?

2
517

BincangSyariah.Com – Sudah dipahami dalam Islam kita dilarang untuk mengonsumsi daging babi dan anjing serta semua bentuk makanan yang mengandung unsur keduanya, baik sedikit maupun banyak. Namun bagaimana jika daging babi atau anjing tersebut kita berikan kepada hewan, apakah boleh?

Menurut Syaikh Ali Jum’ah, sebagaimana disebutkan dalam Darul Ifta’ Al-Mishriyah, memberikan daging babi atau anjing pada hewan hukumnya diperinci. Jika hewan tersebut termasuk hewan yang tidak halal dimakan, seperti kucing, harimau, dan lainnya, maka hukumnya boleh.

Adapun jika hewan tersebut termasuk hewan yang halal dimakan, seperti kambing, ayam dan lainnya, maka hukumnya tidak boleh diberikan makan daging babi atau anjing. Jika hewan tersebut sudah diberi makan daging babi atau anjing, maka ia disebut sebagai hewan jallalah atau hewan pemakan najis. Ia tidak boleh dimakan dan dimanfaatkan.

Syaikh Ali Jum’ah berkata sebagai berikut;

فلا مانع شرعًا من إطعام الحيوانات المفترسة من لحم الخنزير، وكذلك الأمر بالنسبة للحيوانات الأليفة غير مأكولة اللحم. أما بالنسبة للحيوانات الأليفة مأكولة اللحم فلا يجوز شرعًا إطعامها من لحم الخنزير؛ لنجاسته وحرمته، فإن أُطعِمَت من لحم الخنزير أخذت حكم الجلَّالة المنهي عن أكلها والانتفاع بها شرعًا؛ لما رواه أحمد والنسائي عن عمرو بن شعيب عن أبيه عن جده رضي الله عنهم قال: إِنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وآله وسلم نَهَى يَوْمَ خَيْبَرَ عَنْ لُحُومِ الْحُمُرِ الأَهْلِيَّةِ وَعَنِ الْجَلَّالَةِ وَعَنْ رُكُوبِهَا وَعَنْ أَكْلِ لَحْمِهَا

Tidak ada larangan secara syariat untuk memberi makan hewan buas dengan daging babi. Begitu juga dengan hewan jinak yang tidak halal dimakan. Adapun hewan jinak yang halal dimakan, maka tidak boleh secara syariat diberi makanan daging babi, karena kenajisan dan keharaman daging babi. Jika hewan jinak dan halal tersebut diberi makan daging babi, maka hukumnya disamakan dengan hewan jallalah yang dilarang memakan dan memanfaatkannya secara syariat. Ini berdasarkan hadis riwayat Imam Ahmad dan Imam Al-Nasai dari Amr bin Syuaib, dari bapaknya, dari kakeknya, dia berkata bahwa Nabi Saw melarang di perang Khaibar memakan daging keledai piaraan, jallalah (hewan pemakan najis), melarang menungganginya dan memakannya.

Baca Juga :  Bahaya Semangat Kerjakan Amalan Sunah Tapi Tinggalkan Wajib

2 KOMENTAR

  1. Assalamu’alaikum…

    lantas bgmn dgn mengkonsumsi ayam kampung misalnya, kadang kalo diperhatikan ayam kampung juga suka memakan najis …. ?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here