Bolehkah Bermurah Hati dalam Jual Beli?

0
192

BincangSyariah.Com –Jual beli merupakan satu dari sekian banyak aktivitas umat muslim yang sudah diatur dengan rapi. Jual beli halal selagi tidak melanggar syariat Islam. Lantas bagaimanakah dengan bermurah hati dalam jual beli? Murah hati maksudnya adalah mengupayakan kebaikan dan kedermawanan pada tempatnya, dan berlepas diri dari penyakit bakhil dan tamak.

Orang yang menjual dengan harga yang amat mahal adalah potret seseorang yang bermurah hati. Kenapa demikian? Karena  penjual tersebut menjual dengan  harapan mendapatkan laba yang sangat besar tanpa memikirkan kondisi pembeli. Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda :

ليس الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ

Kekayaan itu bukanlah dari banyaknya harta, akan tetapi kekayaan itu adalah kekayaan jiwa“.

Menurut Ibnu Hajar, maksud murah hati adalah tidak bersitegang atau artinya serupa dengannya, bukan berarti tidak melakukan perhitungan saat melakukan jual-beli. Akhlak seperti itulah yang dicontohkan Rasulullah dalam memasarkan sebuah produk. Dengan begitu, bermurah hati dalam jual beli adalah sunnah Rasulullah. Sebuah perilaku yang menjunjung tinggi akhlak mulia dan berbasis akhlak yang luhur.

Bermurah hati dalam jual beli memiliki keutamaan yang istimewa. Sebagaimana sabda Rasulullah sebagai berikut:

عن جابر بن عبد الله رضي الله عنهما أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: رحم الله عبداً سمحاً إذا باع، سمحاً إذا اشترى، سمحاً إذا اقتضى

Dari Jabir ibn Abdillah radhiyallah ‘anhu, Rasulullah bersabda: Allah mengasihi hamba yang bermurah hati jika menjual, bermurah hati jika membeli, bermurah hati jika menagih 

Hadis tersebut menginformasikan bahwa Allah akan mengasihi seseorang yang mau bermurah hati dalam jual beli dan bermurah hati saat menagih utang. Jual beli dengan bermurah hati tidak akan merugikan penjualnya, justru akan mendatangkan kembali sang pembeli untuk datang kembali.

Baca Juga :  Tafsir: Ciri-Ciri Shalat Orang Munafik (1)

Ini sebab jika penjual tersebut menerima tawaran yang pertama dari pembeli, maka sesungguhnya ia mendapatkan laba yang memberkahi bersama sikap murah hatinya. Dengan begitu, sang pembeli secara tidak langsung akan menjadi pelanggan tetap yang akan siap kembali dengan berbagai penawarannya.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here